Minum Air Tak Efektif Bikin Kulit Wajah "Flawless" - Kompas.com

Minum Air Tak Efektif Bikin Kulit Wajah "Flawless"

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 09/09/2017, 11:00 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Memiliki kulit wajah yang bening dan mulus ala Bintang Korea saat ini menjadi ambisi banyak wanita. Demi mendapatkan kulit flawless tersebut, sering disebut-sebut pentingnya minum banyak air.

Cukup air dipercaya efektif untuk membuat kulit kenyal dan terlihat bercahaya (glowing). Selebriti juga menyebut minum air sebagai rahasia cantik mereka.

Meski minum cukup air sangat penting bagi kesehatan, ternyata hanya sedikit bukti ilmiah yang membuktikan bahwa minum air bermanfaat bagi kulit.

Kajian dari Clinics in Dermatology menemukan, hanya ada satu penelitian yang menyimpulkan manfaat jangka panjang konsumi air pada kesehatan kulit.

Diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science, tim peneliti menyebutkan minuma 2,25 liter air setiap hari selama 4 minggu akan meningkatkan kepadatan dan ketebalan kulit. Tetapi hasil risetnya dianggap ambigu.

Studi lain yang dilakukan tim dari Universitas Missouri-Columbia, AS, menunjukkan, minum 500 ml air akan melancarkan sirkulai darah ke kulit. Tapi, ini juga tidak bisa membuktikan penampilan kulit jadi lebih baik.

"Lapisan terluar kulit, stratum corner, didesain untuk mencegah kehilangan air pada kulit. Ada studi yang menunjukkan individu yang kurang minum air lalu memperbaiki pola konsumsi airnya, mengalami peningkatan ketebalan kulit dan hidrasi kulit jadi lebih baik," kata Fayne L-Frey, ahli dermatologi dan pakar fungsi kulit.

Namun, minum cukup air ternyata tidak memperbaiki penampilan kulit. Hal itu tergantung pada kemampuan kulit menahan air.

"Pada individu yang sehat dengan ketebalan kulit normal, minum cukup air tidak terbukti mencegah keriput atau tanda penuaan lain," kata Frey.

Para ahli dermatologi menyebutkan, bahwa yang terbaik adalah mengoleskan pelembab pada kulit karena memiliki formula untuk mencegah penguapan air dari kulit. Pilih juga produk pelembab yang memiliki humektan (kandungan yang membuat air membentuk lapisan di kulit).

"Minum banyak air hanya akan berpengaruh pada kulit jika kita sangat dehidrasi. Lagi pula, kulit terhidrasi lewat dua cara, yaitu produksi minyak alami atau krim dan losion yang dioleskan," kata Joel Schlessinger, ahli dermatologi.

Konsumsi cukup air hanya berdampak pada jaringan dalam, bukan untuk memperbaiki kondisi kulit.

"Penampilan kulit dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hormonal, genetik, gaya hidup, pola makan, olahraga, hingga pilihan produk skin-care," katanya.

PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM