Hindari 2 Kesalahan Utama Saat Wawancara Kerja - Kompas.com

Hindari 2 Kesalahan Utama Saat Wawancara Kerja

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 11/09/2017, 16:00 WIB
Ilustrasi wawancara kerjaDragonImages Ilustrasi wawancara kerja

KOMPAS.com - Setiap orang memiliki momen yang mereka harap bisa diulang kembali. Dalam kehidupan profesional, sangat penting untuk memastikan momen itu bukanlah saat wawancara kerja.

Kepala HRD perusahaan software Jobvite, Rachel Bitte, mengungkapkan ada dua kesalahan utama yang sering dilakukan calon karyawan yang akhirnya menyebabkan kegagalan.Bitte sendiri sudah pernah mewawancari 6.000 orang dalam kariernya sebagai perekrut karyawan, termasuk ketika ia bekerja di Apple.

Berikut adalah dua kesalahan yang seharusnya kita hindari saat sedang mencari kerja.

1. Berperilaku tidak sopan
Anda bisa saja dianggap sebagai orang yang kurang ajar walau tidak mengucapkan sepatah kata pun pada manajer HRD. Bitte mencontohkan kasus yang pernah ia temui saat bekerja di Intuit.

Setelah melakukan wawancara lewat telepon dengan kandidat, ia pun mengatur janji pertemuan untuk wawancara tahap dua. Wawancara dilakukan di sebuah restoran.

Namun, perilaku kandidat tersebut dianggapnya tidak sopan. "Cara ia memperlakukan pelayan sudah menceritakan banyak hal tentang perilakunya," katanya.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengadopsi "aturan pelayan". CEO Tupperware Rick Going juga mengaku selalu mengecek ke bagian resepsionis kantor setelah ia melakukan wawancara dengan kandidat karyawan untuk memastikan orang tersebut memang sopan.

"Melihat kandidat karyawan berinteraksi dengan orang di lingkungan nyata bisa membantu calon atasan mengetahui perilaku negatifnya," kata Bitte.

2. Lupa bertanya
Kesalahan kecil lain namun berdampak besar adalah lupa bertanya. "Itu bisa menunjukkan kita seolah tidak peduli," kata Bitte.

Bitte mengatakan, sangat penting untuk melakukan riset dan mengumpulkan pertanyaan seputar perusahaan atau posisi yang akan ditempati untuk menunjukkan kita peduli.

Kuncinya, jangan memberi pertanyaan yang menunjukkan kita tidak tahu apa-apa. Pertanyaan yang mendalam atau berwawasan justru menunjukkan Anda antusias dan ingin terlibat.

"Tunjukkan pada kami Anda adalah kandidat yang punya passion. Tunjukkan rasa ingin tahu tentang pekerjaan yang sedang diincar," ujarnya.

PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM