Bayi Tidak Perlu Terlalu Sering Mandi? - Kompas.com

Bayi Tidak Perlu Terlalu Sering Mandi?

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 14/09/2017, 08:36 WIB
Ilustrasi bayi mandiIngram Publishing Ilustrasi bayi mandi

KOMPAS.com - Bayi di negara tropis seperti Indonesia pada umumnya dimandikan setiap pagi dan sore hari. Namun untuk bayi yang berkulit kering, sebaiknya tidak terlalu sering mandi karena akan membuat kondisi kulitnya semakin kering.

Menurut dokter anak asal Perancis dr Jerome Valleteau de Moulliac, mengatakan bahwa kulit bayi sangat sensitif. Karena itu bayi memerlukan perawatan ekstra dibandingkan anak-anak atau orang dewasa.

Nah dalam soal mandi, dokter dengan pengalamannya 44 tahun meneliti dan mengembangkan solusi kesehatan kulit bagi bayi itu menyebut bahwa bayi juga tidak perlu mandi lama-lama.

"Pada dasarnya setelah mandi itu kulit akan menjadi kering karena kelembaban alami kulit berkurang," kata Moulliac dalam acara Peluncuran Rangkaian Produk Perawatan Bayi Corine de Farme di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Agar kulit bayi tidak menjadi rusak karena kering, selain jangan terlalu sering, Moulliac menyarankan bayi sebaiknya juga jangan dimandikan dengan air yang terlalu panas, cukup air hangat saja. Lalu waktu mandinya jangan terlalu lama, apalagi pakai acara berendam.

Menurut dokter yang juga menjabat sebagai konsultan di Ambroise Pare Hospital ini, kebiasaan tersebut terlebih perlu untuk bayi dengan kulit kering. Kulit kering yang dimaksud adalah kulit yang terlihat kusam, kasar, dan pecah-pecah.

"Faktor eksternal seperti cuaca dan tingkat polusi selalu identik dengan isu kulit. Bahkan bagi bayi, isu seperti debu, material pakaian, kandungan deterjen, susu formula dan berbagai macam faktor lainnya dapat mempengaruhi mutu dan kesehatan kulit pada bayi," kata dr Jerome.

PenulisIwan Supriyatna
EditorWisnubrata
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM