Waspadai Efek Samping Berbahaya Antidepresan - Kompas.com

Waspadai Efek Samping Berbahaya Antidepresan

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 15/09/2017, 13:00 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Obat antidepresan tergolong dalam obat keras sehingga penggunannya harus di bawah kontrol dokter. Namun, beberapa jenis obat diketahui dapat dibeli di toko obat secara bebas. Jika dikonsumsi sembarangan, obat ini bisa menimbulkan efek samping fatal.

Obat antidepresan biasanya diresepkan dokter untuk mengobati gejala gangguan depresi. Pasien gangguan cemas dan depresi pada umumnya memang bisa mengendalikan keluhan yang dialaminya setelah mengonsumsi obat tersebut.

Tetapi, antidepresan bukannya tanpa efek samping. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh tim dari McMaster University, Kanada, diketahui bahwa konsumsi antidepresan meningkatkan risiko kematian sampai 33 persen.

Konsumsi antidepresan dapat mencegah sejumlah organ utama berfungsi dengan baik, menghambat penyerapan serotonin--bahan kimia vital yang digunakan oleh jantung, ginjal, paru-paru dan hati dari alirah darah tubuh.

"Seharusnya tidak mengonsumsi obat-obatan antridepresan tanpa memahami dengan baik bagaimana mereka berinteraksi dengan tubuh," kata Paul Andrews, associate professor at McMaster yang memimpin tim penelitian ini.

Para peneliti menarik data ratusan ribu orang untuk mendapatkan hasil ini. Mereka juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi antidepresan 14 persen lebih tinggi beresiko memiliki masalah kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.

Hasil ini dipublikasikan di jurnal Psychotherapy and Psychosomatics.  Studi McMaster meruntuhkan pemikiran bahwa antidepresan menyelamatkan jiwa dengan mengurangi gejalan depresi.

Studi ini juga menemukan antidepresan tidak berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan diabetes.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM