Es Kutang dan Tren Baru Ngopi - Kompas.com

Es Kutang dan Tren Baru Ngopi

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 06/10/2017, 21:41 WIB
Es Kutang (kopi susu Tangerang) dari Black Campaign Coffee, Tangerang. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Es Kutang (kopi susu Tangerang) dari Black Campaign Coffee, Tangerang.

TANGERANG, KOMPAS.com - Tren minum kopi terus berubah seiring perkembangan zaman. Mulai dari sajian hingga metode pemesanan, bermunculan sesuatu yang baru.

Menikmati kopi tak lagi saat senggang, atau pun harus ke kedai kopi. Para penikmat tinggal menyentuh layar ponsel dan kopi langsung diantar—entah di kantor atau rumah di sela-sela kerja dan melakukan aktivitas lain.

Pada menu kopi, tren yang sekarang diminati lagi adalah varian es kopi susu. Cara lama, namun kembali meledak pertengahan tahun ini ketika Tuku—kedai kopi di bilangan Jakarta Selatan—menginisiasi tren baru kopi ini.

Pemilik kedai kopi Black Campaign Coffee, Sezar Milkiesadex Coert, mengungkapkan minat pada es kopi susu meledak lantaran memiliki rasa khas dan harga bersaing. Pada sisi rasa, kopi masih terasa dan memiliki cita rasa manis khas dari gula jawa dan kental krimer.

Belum lagi sajian dingin yang memang pas dinikmati di Indonesia dengan iklim tropis—terutama di Jakarta yang memiliki suhu panas. Dari sisi harga pun cukup terjangkau.

“Sehingga, kami juga turut serta dalam meramaikan tren tersebut,” kata Milkie kepada Kompas Lifestyle di Black Campaign Coffee, Tangerang, Jumat (6/10/2017).

Dinamai dengan es ‘Kutang’ (kopi susu Tangerang), menu ini dibuat dengan bahan spesial, salah satunya dengan memakai biji kopi Mandailing arabika. Benar saja, dalam dua pekan, menu ini langsung jadi juara.

Pembeli dari kopi ini rata-rata adalah para pekerja kantoran. Pemesanan juga dilakukan dalam jumlah besar.

“Menariknya, yang banyak pesan malah orang Jakarta, padahal kami di Tangerang,” kata Milkie.

Pengantaran masih dilakukan sendiri karena memang belum terhubung dengan aplikasi pemesanan makanan secara daring. Namun, seiring peningkatan pemesanan, kedai kopinya tengah dalam proses untuk pendaftaran ke aplikasi tersebut.

Menurut Milkie, tren baru minum kopi ini bukan ancaman, melainkan peluang. Bagi penikmat kopi, mereka masih bisa datang ke kedai kopi untuk menikmati suasana, juga bisa menikmati kopi dengan cara lain.

“Saat ini orang lebih aktif dan cepat, terkadang tidak bisa ke kedai kopi karena kesibukan—akhirnya memilih jenis dan pemesanan kopi ini agar tetap bisa menikmati kopi,” kata Milkie.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM