Arang Aktif Untuk Memutihkan Gigi, Apa Risikonya? - Kompas.com

Arang Aktif Untuk Memutihkan Gigi, Apa Risikonya?

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 10/10/2017, 11:04 WIB
Ilustrasi gigi putihKurhan Ilustrasi gigi putih

KOMPAS.com - Lihatlah Instagam, dan kemungkinan besar kita akan menemukan beberapa foto orang menggunakan masker wajah arang berwarna hitam atau charcoal face mask. Bila ditelusuri lebih lanjut, mungkin kita juga mendapati penggunaan arang untuk memutihkan gigi.

Normalnya, orang-orang membersihkan gigi dengan pasta gigi dan sikat gigi. Akan tetapi, dahulu kakek nenek kita mungkin pernah mengajarkan untuk menggunakan arang sebagai pemutih gigi. Tren itu rupanya muncul kembali saat ini.

Activated charcoal, yang juga disebut arang aktif dalam bahasa Indonesia, dipercaya bisa membersihkan kotoran sehingga gigi jadi lebih putih dan berkilau. Merk-merk yang dijual pun bermunculan, seperti BlackMagic, Carbon Coco, dan Squeaky Clean.

Mereka menyebut bahwa arang aktif dapat memberikan senyuman dengan gigi lebih putih kepada orang-orang. Benarkah demikian? Apa yang perlu Anda ketahui sebelum menerapkannya? Dan yang terpenting, apakah arang aktif benar-benar berfungsi?

Arang aktif  adalah arang dari batu bara, kayu, tempurung kelapa, atau minyak bumi-- yang dipanaskan dengan gas. Hasilnya arang akan lebih berpori. Menurut U.S. National Library of Medicine, pori-pori ini membantu arang "menangkap" bahan kimia aktif, sehingga efektif untuk mengobati keracunan.

Baca juga: Benarkah Susu Bisa Dipakai Mengobati Keracunan?

Arang aktif ini juga bisa digunakan untuk mengobati gas pada usus, kolestasis selama kehamilan, keracunan, dan menurunkan kadar kolesterol.

Arang aktif tidak berbau, tidak berasa, dan dapat ditemukan di toko-toko kesehatan serta dijual juga di farmasi dalam rupa tablet. Bahkan saat ini Anda bisa mendapatkan produk kesehatan mulut dengan kandungan activated charcoal, misalnya pasta gigi atau sikat gigi.

Benarkah arang aktif bisa memutihkan gigi?

Menurut drg. Mark Wolf, seorang pakar kesehatan gigi dari New York University College of Dentistry di Amerika Serikat (AS), arang aktif sudah banyak digunakan untuk berbagai hal, terutama untuk menyerap kotoran atau racun. Pori-pori yang terbentuk pada arang aktif ini akan mengikat kotoran-kotoran pada permukaan gigi.

Karena itu, membersihkan zat-zat kekuningan pada gigi akan jadi lebih mudah. Sekalinya arang aktif ini melekat pada gigi Anda, arang aktif ini akan langsung bekerja. Arang aktif juga mengandung mineral yang bisa membantu membersihkan plak dan sisa makanan pada gigi.

Meskipun arang aktif berwarna hitam, arang aktif tidak akan merubah warna gigi Anda. Arang aktif justru akan memutihkan gigi Anda.

Baca juga: 7 Kebiasaan yang Bikin Gigi Rusak

Walau begitu, Oral Health Foundation di Inggris justru mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan orang bahwa penggunaan arang aktif secara berlebih akan merusak gigi.

Soal fungsinya untuk memutihkan gigi juga tidak seperti yang terpampang dalam foto-foto Instagram. "Sebagian besar selebriti telah melakukan pemutihan gigi profesional dan senyum putih mereka bukanlah akibat langsung penggunaan arang aktif," jelas Nigel Carter, B.D.S., CEO Oral Health Foundation.

Para dokter gigi dan ahli kesehatan di seluruh dunia juga tidak menganjurkan Anda untuk memutihkan gigi atau merawat gigi dan mulut dengan charcoal. Alasannya, arang aktif bisa merusak lapisan enamel gigi dan menyebabkan erosi pada gigi.

Selain itu, ada efek jangka panjang yang akan terjadi bila Anda menggunakan arang aktif untuk memutihkan gigi. Seorang dokter gigi dari Michigan, AS, drg. Susan Maples mengatakan bahwa gigi merupakan satu-satunya bagian ektoderm yang tidak akan kembali atau sembuh dengan sendirinya.

Jadi ketika gigi hilang, maka akan selamanya hilang. Ini beda dengan menindik kulit, mencukur alis, atau memotong kuku. Semua hal tersebut bisa sembuh atau tumbuh lagi seperti semula. Jadi, ketika Anda kehilangan enamel pada gigi Anda, maka gigi akan menjadi lebih sensitif.

Penelitian dari Journal of Physics: Conference Series menemukan bahwa menyikat dengan arang aktif bisa membuat aus enamel gigi, sehingga bakteri lebih mudah menempel ke permukaan gigi. Itu bisa membuat berisiko terkena akumulasi plak lebih besar, lebih banyak gigi berlubang, dan bahkan penyakit periodontal.

Untuk menghindari risiko tersebut, dianjurkan pasien yang ingin memutihkan gigi untuk ke dokter gigi saja. Jangan gunakan arang aktif ini, apalagi kalau Anda memiliki luka terbuka, lecet, atau abrasi. Selalu konsultasikan pada dokter gigi Anda apabila Anda ingin mencoba arang aktif ini.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM