Tren "White Henna" Masih akan Digemari Sampai 2018 - Kompas.com

Tren "White Henna" Masih akan Digemari Sampai 2018

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 13/10/2017, 16:30 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Pengantin perempuan asal Timur Tengah telah memakai henna untuk menghias tangannya secara turun temurun ketika akan melangsungkan pernikahan.

Lekukan hiasannya yang rumit dan warnanya yang unik, membuat seni menghias tangan menggunakan henna juga digemari di negara-negara lain termasuk Indonesia. Meski awalnya henna dilakukan dengan tinta hitam, belakangan ini white henna lebih disukai.

Menurut henna artist, Morief Akbar seni menghias tangan dengan white henna masih dan akan menjadi tren di kalangan pengantin perempuan.

"Warna gelap juga masih ada yang suka, tergantung kebutuhan. Tapi rata-rata pernikahan muslim saat ini menggunakan white henna. Dan trennya mungkin akan berlangsung sampai tahun depan," kata Akbar saat ditemui Kompas Lifestyle di pameran kecantikan Cosmobeaute, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Menurut Akbar, white henna memiliki kandungan berbeda dengan henna pada umumnya, karena menggunakan bodypaint yang bersifat seperti kosmetik sehingga tidak meresap ke kulit.

"White henna ibaratnya itu makeup bagus yang tetap aman dipakai," tutur Akbar sambil mengukirkan henna di tangan pengunjung.

Untuk harganya sendiri, white henna memang lebih mahal dibandingkan henna biasa, dengan harga berkisar antara Rp 850.000 sampai Rp 1,2 Juta untuk sekali pemasangan.

"White henna lebih mahal karena memang bahannya susah dicari. Karena bukan henna tapi lebih ke bodypainting," pungkasnya.

PenulisIwan Supriyatna
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM