Arti Dekorasi pada Bleketepe Pernikahan Kahiyang - Kompas.com

Arti Dekorasi pada Bleketepe Pernikahan Kahiyang

Kompas.com - 08/11/2017, 09:18 WIB
Prosesi pemasangan blaketepe pernikahan KahiyangAllseasons-photo Prosesi pemasangan blaketepe pernikahan Kahiyang

SOLO, KOMPAS.com - Prosesi pemasangan bleketepe pada rangkaian pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, dilaksanakan pada Selasa (07/11/2017) pukul 08.00 WIB di kediaman pribadi Presiden Jokowi.

Pemasangan bleketepe tersebut merupakan pertanda dimulainya hajatan RI 1 untuk menikahkan putri tunggalnya.

Tak hanya prosesi pemasangan bleketepe saja yang mengandung makna filosofis, dekorasi pada acara tersebut juga mengandung makna khusus.

Baca :Berbagai Makna dalam Rangkaian Upacara Pernikahan Putri Jokowi

Ruangan yang digunakan dalam prosesi tersebut dihiasi dengan daun kelapa muda atau janur, pisang, dan daun alang-alang.

Menurut Susanto, pakar sejarah dan budaya Jawa dari Universitas Negeri Sebelas Maret,  terdapat makna-makna tertentu dalam dekorasi pada acara pemasangan bleketepe tersebut.

"Hisan yang dipakai dalam acara bleketepe ini namanya hiasan tarub. Biasanya dekorasi yang digunakan berupa janur, daun alang-alang, daun opo-opo, dan pisang," ujarnya.

Santosa menerangkan bahwa janur itu bermakna sinar. Sedangkan daun alang-alang itu menggambarkan rintangan, sebaliknya daun opo-opo itu harapan agar tidak terjadi apa-apa selama prosesi pernikahan dan kehidupan mendatang.

"Janur kuning itu sendiri melambangkan cita-cita yang tinggi," ujarnya

Susanto juga menambahkan bahwa buah pisang yang digunakan dalam hiasan tersebut harus menggunakan pisang raja.

"Tidak boleh menggunakan pisang lainnya, harus pisang raja yang masak. Ini maknanya agar sang pengantin dianugerahi kemakmuran dan kemuliaan seperti para raja," tambahnya.

Baca :Prosesi Siraman Kahiyang Ayu Diawali dengan Pemasangan Bleketepe


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorWisnubrata
Komentar
Close Ads X