Tata Rias Putri Jokowi di Hari Pernikahannya - Kompas.com

Tata Rias Putri Jokowi di Hari Pernikahannya

Kompas.com - 08/11/2017, 16:31 WIB
Suami istri Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu diapit kedua orangtua masing-masing berpose dalam acara resepsi pernikahan keduanya di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Suami istri Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu diapit kedua orangtua masing-masing berpose dalam acara resepsi pernikahan keduanya di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).

SOLO, KOMPAS.com - Akad nikah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution telah berlangsung hari Rabu (08/11/2017) pukul 09.00 WIB. Pada acara tersebut, Kahiyang Ayu, putri Jokowi memakai busana bertema Solo Putri.

Pada jumpa pers yang dilaksanakan pada Senin (30/10/2017), disampaikan bahwa HS. Sumaryono, pemilik Rias Cempaka, terpilih untuk merias Putri RI 1 selama prosesi pernikahan berlangsung.

Baca :Pernikahan Putri Jokowi akan Bergaya Solo Klasik

"Untuk acara akad nikah Mbak Kahiyang akan menggunakan baju Solo Putri, sedangkan pada resepsi akan menggunakan baju Solo Basahan," papar Sumaryono.

Berhias ala putri Kraton, Kahiyang Ayu nampak anggun dan cantik di depan pelaminan. Tata rias yang digunakan pun disesuaikan dengan tema busana yang digunakan, yaitu ata rias ala Jawa denga hiasan Paes Hitam di bagian kening.

Hiasan Paes ini bukan hanya sekedar mempercantik sang pengantin, tapi ada makna khusus yang terkandung di dalamnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Sumaryono selaku perias memaparkan bahwa untuk membuat hiasan paes diperlukan ritual khusus berupa puasa.

Menurut Susanto, pakar Sejarah dan Budaya dari Universitas Sebelas Maret ritual puasa yang dilakukan sang perias pengantin tersebut bertujuan untuk menyucikan jiwa.

Baca :Berbagai Makna dalam Rangkaian Upacara Pernikahan Putri Jokowi

"Membuat paes memang tidak bisa sembarangan. Harus puasa dulu agar jiwa kita bersih dan suci. Tidak boleh punya hati kotor saat membuat paes ini," paparnya.

Selain itu, Susanto juga memaparkan bahwa pembuatan paes ini bisanya dimulai sehari sebelum menikah.

"Sehari sebelum menikah biasanya ada siraman. Usai siraman itulah upacara sinom, yaitu menghilangkan rambut-rambut muda di kening sang calon mempelai perempuan akan di kerik," paparnya.

Susanto juga menerangkan bahwa kata sinom sendiri berasal dari kata 'si enom' yang bermakna kaum muda.

"Jadi, makna Paes sendiri itu menggambarkan bahwa sang pengantin akan memasuki gerbang kehidupan yang lebih dewasa," tambahnya.


EditorWisnubrata
Komentar
Close Ads X