5 Keputusan Cepat yang Mengubah Dunia - Kompas.com

5 Keputusan Cepat yang Mengubah Dunia

Ariska Puspita Anggraini
Kompas.com - 15/12/2017, 06:00 WIB
Titanic Titanic

KOMPAS.com - Keputusan yang kita buat hari ini ternyata dapat menentukan jalannya nasib. Oleh karena itu, membuat keputusan harus dibuat berdasarkan pertimbangan matang. Tapi, terkadang kita dihadapkan pada situasi yang memaksa kita mengambil keputusan secepat mungkin. Kecerobohan sedikit saja tentu akan berdampak buruk pada masa depan.

Inilah bukti bahwa masa depan dipengaruhi oleh keputusan "sederhana".

1. Kata paling berkesan bagi Amerika

Pada tanggal 28 Agustus 1963, Martin Luther King, Jr. mendekati podium di dekat Lincoln Memorial dengan sesuatu yang biasanya tidak dia butuhkan, yaitu catatan. Merasakan pentingnya momen itu, aktivis HAM Amerika ini sampai begadang untuk menyempurnakan pidatonya. Tapi saat dia menyampaikan pidatonya, dia menemukan sebuah kalimat yang salah pada catatan pidatonya.

Penyanyi Mahalia Jackson yang berada di barian pinggir panggung berteriak, "Ceritakan pada mereka tentang mimpi itu, Martin!"

King berhenti sejenak, memandang kerumunan orang dan mengabaikan naskah pidatonya, dan berkata, "Saya katakan kepada Anda hari ini, teman-teman saya, meskipun kita menghadapi masa sulit hari ini dan besok, saya masih punya mimpi. "

Sisa pidatonya tetap mengikuti naskah yang sudah disipakan, tapi "I Have a Dream" atau yang dalam bahasa indonesia berarti "Saya punya mimpi" tercatat sejarah sebagai salah satu ungkapan paling berkesan yang pernah disampaikan.

2. Zona waktu yang menghancurkan hubungan Amerika dengan Kuba

Pada awal April 1961, orang-orang eksil Kuba dilatih dan siap  melaksanakan rencana rahasia CIA untuk menyerang Teluk Babi di Kuba dan menggulingkan pemerintahan sosialis Fidel Castro.

Setelah serangan udara yang gagal, Presiden Kennedy mengirim 6 pesawat tempur Amerika untuk membantu. Tapi, pilot lupa menyelaraskan jam tangan mereka ke Kuba waktu dan tiba satu jam terlambat.

Kecerobohan sang pilot ini membuat usaha mereka sia-sia. Hubungan antara Kuba dan Amerika akhirnya menjadi tegang karena peristiwa ini.

3. Catatan yang mengorbankan Perang Saudara

Selama invasi ke Maryland pada bulan September 1862, Konfederasi Jenderal Robert E. Lee menyusun Pesanan Khusus 191, menguraikan langkah-langkah yang harus dilakukan Angkatan Darat dalam persiapan Pertempuran Antietam.

Salinan pesanan itu berakhir di tangan ceroboh Mayor Jenderal D.H. Hill, yang lupa lalu meninggalkan surat itu di sebuah kotak di tanah yang dipakai untuk membungkus tiga cerutu.

Pasukan serikat menemukan perintah tersebut, membaca rencananya, dan membujuk orang Selatan dalam pertempuran paling berdarah - dan titik balik - Perang saudara.

Tahun 1905 untuk kedua kalinyaTheodore Roosevelt dilantik sebagai presiden.Reuters/Library of Congress Tahun 1905 untuk kedua kalinyaTheodore Roosevelt dilantik sebagai presiden.

4. Pidato panjang yang menyelamatkan nyawa presiden

Pada malam hari tanggal 14 Oktober 1912, di luar Hotel Gilpatrick di Milwaukee, AS, presiden Theodore Roosevelt melipat manuskrip setebal 50 halaman menjadi dua dan memasukkannya ke dalam saku baju mantel Army yang dia kenakan.

Dia menuju ke sebuah auditorium di dekatnya untuk menyampaikan pidato kampanye. Saat dia berdiri untuk melambaikan tangan pada kerumunan yang menunggu, seorang pria menembaknya di dada dengan pistol Colt 38.

Beruntung bagi Roosevelt, pistol itu ditujukan ke sisi dadanya yang dilindungi oleh kertas pidato yang tebal. Kumpulan kertas itu memperlambat peluru dan mencegah peluru masuk ke paru-parunya, dan dia pun kembali melanjutkan pidatonya.

5. Kunci penyebab bencana Titanic

Pada malam 14 April 1912, penjaga yang ditugaskan ke sarang burung gagak di atas kapal Titanic mendapat masalah. Teropong yang dibutuhkannya untuk mengawasi rintangan besar-misalnya gunung es-berada di dalam loker yang terkunci dan sialnya kunci itu hilang.

Hal itu disebabkan karena sebelum kapal meninggalkan pelabuhan, perusahaan pelayaran membuat keputusan pada menit-menit terakhir untuk mengganti perwira kedua kapal yang bernama David Blair dengan Charles Lightroller. Karena tergesa-gesa, Blair lupa menyerahkan kunci lokernya. Kisah akhirnya kita semua sudah tahu, kapal naas itu menabrak gunung es dan tenggelam.

PenulisAriska Puspita Anggraini
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM