Benarkah Kekasih bisa Mempengaruhi Selera Makan Kita? - Kompas.com

Benarkah Kekasih bisa Mempengaruhi Selera Makan Kita?

Ariska Puspita Anggraini
Kompas.com - 11/01/2018, 19:45 WIB
Ilustrasi pasangan makanDragonImages Ilustrasi pasangan makan

KOMPAS.com - Memiliki kekasih bisa jadi hal yang membahagiakan. Tak hanya mampu mengusir rasa sepi, menjalin asmara ternyata membuat kita banyak menemukan hal baru.

Adanya seorang kekasih membuat kita banyak melakukan berbagai hal yang belum pernah kita lakukan, contohnya, makan di restoran yang belum pernah kita kunjungi atau mendengarkan musik dari band yang asing di telinga kita.

Dengan kata lain, pasangan turut mempengaruhi apa yang kita sukai dan tidak. Seiring berjalannya waktu, selera kita pun akan semakin identik dengan si dia, termasuk selera makan.

Fakta ini telah dibuktikan melalui riset yang diterbitkan dalam The Journal Appetite. Periset  menemukan adanya hubungan antara durasi menjalin asmara dengan pergeseran persepsi chemosensori, yaitu persepsi tentang rasa dan aroma.

Riset membuktikan bahwa selera makanan dan pilihan aroma sepasang kekasih menjadi semakin serupa seiring berjalannya waktu mereka menjalin asmara.

Periset dari Polandia dan Jerman meminta 100 pasangan yang telah menjalin cinta dengan rentang waktu yang bervariasi (berkisar antara 3 bulan sampai 45 tahun) untuk menilai aroma yang berbeda, seperti daging asap, kulit, mawar, dan kayu putih.

Setelah itu, periset meminta pendapat mereka terkait apa yang mereka rasakan melalui indera pengecapnya.

Hasil riset mengungkapkan bahwa semakin lama pasangan bersama, semakin besar kemiripan mereka mengenai selera aroma dan rasa yang mereka sukai.

Fenomena unik ini bisa disebabkan karena setiap pasangan memiliki lingkungan dan kebiasaan yang serupa. Oleh karena itu, selara mereka pun juga semakin identik saat indera penciuman dan perasa diberi rangsangan yang sama.

Uniknya, peneliti juga menemukan fakta bahwa pasangan yang memiliki selera makanan dan aroma yang serupa justru merasa kurang puas dalam hubungan mereka.

Pemimpin riset menduga bahwa pasangan yang memiliki selera aroma serupa - bukan rasa - secara genetik mengindikasikan bahwa mereka tidak sesuai untuk menghasilkan keturunan. Inilah yang menyebabkan kurangnya kebahagiaan dalam hubungan.

Berdasarkan laporan peneltian, pasangan yang mempunyai selera aroma yang sama memiliki kemiripan yang berpotensi pada gangguan Major Histocompability Complex (MHC) atau gen yang berperan -respon imun terhadap protein antigen.

Jika ada salah satu pasangan yang memiliki MHC lebih rendah, ini bisa menjadi penyebab rendahnya kepuasan dalam hubungan.

Penelitian ini memang terdengar aneh. Namun, ini bukan satu-satunya hal yang membuktikan banyaknya kemiripan antar sejoli yang telah lama menjalin hubungan.

Pasangan yang telah lama menjalin asmara terbukti memiliki banyak kemiripan, baik fisik, tingkat kesehatan, kepuasan hidup, bahkan penampilan fisik.

Jika kalian Mau Jadi Pasangan Bahagia? Lakukan 10 Hal Ini Sebelum Tidur atau 8 Kegiatan yang Rutin Dilakukan Pasangan Bahagia

PenulisAriska Puspita Anggraini
EditorWisnubrata
SumberDMarge
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM