Adakah Kaitan antara Asma dan Obesitas? - Kompas.com

Adakah Kaitan antara Asma dan Obesitas?

Kompas.com - 02/02/2018, 18:30 WIB
.VIA THINKSTOCK .

KOMPAS.com - Dalam banyak penelitian di masa lalu telah terungkap bahwa di dalam komunitas dengan tingkat obesitas yang tinggi, cenderung memiliki tingkat penderita asma yang tinggi pula.

Seperti dilansir laman doctoroz.com, disebutkan jumlah tersebut tak hanya menghitung anak-anak, tapi pun penderita dewasa.

Lantas muncul pertanyaan, apakah kondisi kelebihan berat badan dan serangan asma merupakan hal yang terkait?

Penelitian terdahulu mengungkap, orang dengan obesitas memiliki kemungkinan untuk menderita asma 50 persen lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Baca juga: Bagaimana Mencegah Serangan Asma?

Lebih dari itu, risiko asma berjalan seiring dengan naiknya body mass index (BMI) -indeks massa tubuh.

BMI adalah ukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi badan dan berat badan yang berlaku untuk pria dan wanita dewasa.

Diketahui, risiko asma meningkat sekitar sepertiga untuk setiap kenaikan tiga poin BMI.

Sebab, untuk setiap kenaikan BMI, jalan napas seseorang juga menjadi lebih reaktif, -ini adalah gejala kunci yang bisa menyebabkan asma.

Meski hubungan ini terlihat cukup jelas, namun para peneliti tetap belum bisa membaca ke arah mana kaitan kedua kondisi ini.

Apakah karena menjadi penderita asma menyebabkan obesitas, -misalnya karena penderita asma memiliki hambatan dalam berolahraga?

Baca juga: Sinar Matahari Kurangi Gejala Asma

Atau, apakah obesitas -entah bagaimana caranya, menyebabkan asma?

Kendati demikian, setidaknya terlihat ada kaitan antara kondisi kelebihan berat badan dan penyakit asma.

Asma 

Di Amerika Serikat, angka penderita asma dan obesitas tercatat menanjak dalam beberapa dekade terakhir.

Rata-rata satu dari tiga warga AS, -bahkan lebih besar, mengalami obesitas, dan lebih dari separuh sudah masuk dalam kategori kelebihan berat badan (overweight).

Berdasarkan catatan yang ada, sekitar tujuh persen warga AS dewasa ada penderita asma. Artinya ada lebih dari 15 juta orang yang hidup dalam gejala asma di negeri itu. 

Sementara, berdasarkan catatan badan kesehatan dunia (WHO), asma masuk dalam lima penyakit terbesar yang menyumbang kematian di dunia.

Di Indonesia, asma merupakan salah satu dari 10 penyakit utama penyebab kesakitan dan bahkan kematian. Diperkirakan, 2-5 persen penduduk Indonesia menderita penyakit ini.  

Baca juga: 6 Pengobatan Sederhana dan Alami untuk Atasi Asma

Dapat terlihat, jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, maka risiko serangan asma pun akan semakin berat.

Namun, sebaliknya, jika kita sukses megurangi berat badan, maka risiko datangnya serangan asma pun akan berkurang.

Jika kita memang adalah penderita asma, banyak penelitan telah membuktikan bahwa hidup sehat dengan terus berolahraga, serta menurunkan berat badan merupakan cara ampuh menghindari serangan asma.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar
Close Ads X