Lebih Kasual dan Mudah Gerak, Sepatu Hak Besar Jadi Tren Di 2018 - Kompas.com

Lebih Kasual dan Mudah Gerak, Sepatu Hak Besar Jadi Tren Di 2018

Kompas.com - 13/02/2018, 06:32 WIB
Perancang sepatu kondang Yongki Komaladi (kedua dari kiri) bersama tiga desainer acakacak di sela pameran busana LPTB Susan Budihardjo di Ciputra Theater, Jumat (9/2/2018) malam.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Perancang sepatu kondang Yongki Komaladi (kedua dari kiri) bersama tiga desainer acakacak di sela pameran busana LPTB Susan Budihardjo di Ciputra Theater, Jumat (9/2/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Busana nomor satu, sepatu adalah pelengkap."

Demikian kata perancang busana sekaligus pendidik di bidang mode, Susan Budihardjo beberapa waktu lalu di sela acara peragaan busana di Ciputra Theater, Kuningan.

Sepatu menurutnya menjadi penunjang penampilan. Ini juga ditunjukkan dengan model hak atau heels yang digunakan.

Susan mengamini pernyataan perancang sepatu kondang, Yongki Komaladi yang ada kesempatan tersebut sempat mengatakan bahwa sepatu dengan hak besar sedang menjadi tren saat ini.

Susan menilai, sepatu dengan hak besar memiliki kesan kasual dan bisa menjadi opsi bagi mereka yang tidak bisa menggunakan stiletto atau kitten heels.

"Heel besar efeknya selalu lebih kasual. Lebih cocok ke baju yang stylish, kasual dan acara yang tidak terlalu resmi," kata Susan.

Sementara itu, Yongki Komaladi menjelaskan bahwa sepatu dengan hak besar menjadi tren karena diperuntukkan bagi perempuan masa kini yang bergerak aktif dan cepat.

Sepatu tipe pesta dengan hak yang runcing seperti stiletto dianggap tidak terlalu tepat digunakan untuk perempuan yang memiliki aktivitas tersebut.

"Sekarang lagi "in" hak besar. Mereka untuk ladies wear tapi punya aktivitas yang bergerak dengan mudah karena sekarang wanita tidak hanya bergerak dengan cantik tapi juga cepat," kata Yongki.

"Jadi (dengan sepatu hak besar) ada ladies-nya tapi tetap ada powernya."

Selain terkesan kasual, sepatu dengan hak besar menurutnya bisa digunakan oleh siapa saja. Berbeda dengan sepatu dengan hak runcing yang memerlukan keseimbangan badan yang lebih baik.

Namun, dalam pemilihan sepatu Yongki menekankan pentingnya kembali pada pribadi masing-masing dan mengingatkan agar siapa pun tak menjadi korban mode.

"Kembali lagi jangan jadi korban mode. Kalau mode mungkin yang begini (hak besar), tapi pilih lah yang kalau kita pakai nyaman. Karena saya ingin sepatu sebagai sesuatu yang jika dipakai bisa bikin balance (seimbang)," tutur Yongki.

Dengan mengenakan sepatu sesuai kepribadian dan kebutuhan, maka bisa ikut mendongkrak kepercayaan diri. Bukan hanya sekadar ikut-ikutan dengan mode.

"What your personality, ini lah. Jadi PD (percaya diri)-nya lebih tambah. Bukan berkurang," ujarnya.


Komentar
Close Ads X