Setelah "Big Bang Black", Kini Muncul G-Shock "All-Red" Edisi Terbatas - Kompas.com

Setelah "Big Bang Black", Kini Muncul G-Shock "All-Red" Edisi Terbatas

Kompas.com - 14/02/2018, 11:02 WIB
Koleksi terbaru dalam rangka 35 tahun G-Shock, Red-Out Collection.CASIO Koleksi terbaru dalam rangka 35 tahun G-Shock, Red-Out Collection.

KOMPAS.com - Bulan April 2018 mendatang, jam tangan legendaris yang dikenal karena ketanguhannya, G-Shock, genap berusia 35 tahun.

Dalam rangka peringatan itu, sejak pertengahan tahun 2017 lalu,  Casio Computer Co., Ltd., sudah meluncurkan serangkaian arloji edisi spesial 35 tahun G-Shock dalam seri "Big Bang Black".

Nah, tak berhenti sampai di situ, Casio kembali merilis empat G-Shock edisi terbatas, berwarna "full" merah yang disebut "Red-Out Collection".

Merah bukan sembarang merah. Pada edisi Red-Out Collection digunakan teknologi pelapisan baru yang menggabungkan beberapa partikel ke dalam cat, hingga memberikan hasil akhir warna merah matte.

Hampir seluruh area jam tangan berwarna merah, termasuk LCD-nya.

Baca juga: Baru 5 Jam, Sudah 3.000 Orang Daftar untuk G-Shock Limited Edition

Sentuhan besi hitam menghiasi penutup belakang jam, dan holder penahan tali jam juga berwarna hitam. Tulisan G-Shock di bagian jam pun berwarna hitam.

Lalu, pada panel penutup mesin, "Red-Out Collection" digrafir dengan logo perayaan 35 tahun G-Shock yang dirancang oleh Eric Haze, seorang artis grafis ternama.

Sedangkan, seperti edisi peringatan 35 tahun G-Shock yang terdahulu, pada bagian holder yang berbahan logam, terpatri gambar tiga bintang besar dan lima bintang kecil.

Bintang-bintang itu melambangkan 35 tahun G-Shock.

Baca juga: G-Shock Frogman Memang Dirancang untuk Tangan Kiri...

Salah satu dari empat model yang masuk dalam jajaran edisi terbatas ini adalah seri klasik yang masih bertahan hingga hari ini, yaitu model DW-5635C.

“Kami bangga melihat bahwa model legendaris G-Shock masih dipertahankan, bahkan menjadi salah satu yang paling dicari penggemarnya."

"Hal ini membuktikan bahwa G-Shock tidak perlu mengikuti tren, namun menciptakan tren yang tidak lekang oleh waktu.”

Demikian dituturkan Hirokazu Satoh, Chief Representative, Jakarta Representative Office, CASIO Singapore, Rabu (14/2/2018).

Baca juga: Rahasia Father of G-Shock Kikuo Ibe, Tetap Bugar di Usia 65 Tahun

Selain DW-5635C yang mengadaptasi model pertama G-Shock, DW-5735C dibuat berdasarkan model DW-5700, salah satu model awal G-Shock yang terkenal karena bagian muka yang bulat dengan LCD digital.

Lalu, G-Shock DW-6935C dibuat berdasarkan DW-6900, salah satu model yang paling banyak dipakai untuk model kolaborasi.

Sedangkan, GA-735C yang berukuran yang lebih besar dibuat dengan model dasar GA-700 yang kini merupakan salah satu model yang paling digemari di Indonesia.

Baca juga: G-Shock Made in Japan Lebih Bagus dari Buatan China dan Thailand?



Komentar
Close Ads X