Dari Wewangian Turun ke Hati - Kompas.com

Dari Wewangian Turun ke Hati

Kompas.com - 15/02/2018, 08:00 WIB
IlustrasiDAILYMAIL.CO.UK Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari aroma wewangian turun ke hati. Ini bukan mitos karena
ada hasil riset yng menyebutkan bahwa wewangian memang berkaitan dengan emosi seseorang.

Marina Pryana, pakar parfum dari Firmenich Fragrance House mengatakan pihaknya melakukan studi ilmiah bekerja sama dengan beberapa universitas dan institusi ilmiah di Geneva selama kurang lebih empat tahun untuk mencari tahu keterkaitan aroma dengan emosi.

Hasilnya, wewangian memang sangat terkait dengan emosi seseorang. Saat mencium aroma tertentu, seseorang bisa teringat masa kecil, perasaan sedih, atau justru bahagia.

"Ada 36 emosi dan dikelompokkan lebih kecil menjadi 8. Contohnya emosi kebahagiaan, energizing, sensual, dan lainnya. Ada banyak emosi yang berhubungan dengan wangi-wangi tertentu," kata Marina dalam acara peluncuran kampanye "Dress for Love" oleh Royale Parfum Collection by So Klin di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Penelitian tersebut dilakukan melalui fisik, verbal dan perilaku. Untuk perilaku, misalnya, seseorang akan dilihat perubahan perilakunya saat memasuki sebuah ruangan dengan wangi tertentu.

Psikolog Klinis sekaligus Pakar Hubungan Denrich Suryadi, M.Psi, Aktris Franda, Marketing Manager Royale Parfum Collection So Klin Julie Widyawati, dan Pakar Parfum Mariana Pryana (paling kiri ke kanan) dalam acara peluncuran kampanye Dress for Love oleh Royale Parfum Collection by So Klin di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Psikolog Klinis sekaligus Pakar Hubungan Denrich Suryadi, M.Psi, Aktris Franda, Marketing Manager Royale Parfum Collection So Klin Julie Widyawati, dan Pakar Parfum Mariana Pryana (paling kiri ke kanan) dalam acara peluncuran kampanye Dress for Love oleh Royale Parfum Collection by So Klin di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Aroma juga sangat berkaitan dengan mood dan momentum. Terutama wangi-wangi tertentu yang mengingatkan kita pada sesuatu.

Ia mencontohkan pada pemakaian produk royale parfum collection yang dari empat varian memiliki wangi khas tersendiri. Contohnya wangi yang dihasilkan dari varian purple dawn yang dipersembahkan untuk keluarga.

"Kesannya hangat karena ada ambernya, nyaman juga karena ada red fruitnya, wangi buah-buahan. Lalu pelan-pelan terasa ada wangi kelembutan bunga. Yang bikin ingat keluarga mungkin caring, aroma vanillanya," kata dia.

Untuk di Indonesia sendiri, Marina mengatakan mayoritas orang Indonesia sangat terkait dengan aroma yang membawa emosi kebahagiaan. Mereka mencari aroma yang bisa memicu kebahagiaan.

Misalnya, bunga mawar yang dianggap sebagai bunga romantis dan banyak ditemukan di kebun-kebun di Indonesia.

"Di kebun orang tua ada mawar. Itu yang memicu kebahagiaan mereka. Ada juga aroma ice cream, mengingatkan memori masa kecil yang ternyata bisa membuat mereka jadi bahagia," tuturnya.


Komentar
Close Ads X