Bedakan Keinginan dan Kebutuhan Saat Belanja Online - Kompas.com

Bedakan Keinginan dan Kebutuhan Saat Belanja Online

Kompas.com - 15/02/2018, 09:00 WIB
IlustrasiThinkstock/AntonioGuillem Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menahan godaan untuk berhenti berbelanja, apalagi jika ada tawaran diskon yang menarik di situs belanja, bukan hal yang mudah. Seringkali kita akhirnya membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Jika kebiasaan ini tidak dikendalikan, lama kelamaan akhirnya akan menjadi pemborosan.

Psikolog Nadya Pramesrani mengatakan, di usia dewasa seharusnya tak sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan saat berbelanja.

"Cara mudah, bila tiba-tiba muncul niat untuk membeli sebuah barang, lebih baik ditunda selama 24 jam. Jika memang masih kepikiran untuk membeli, bisa jadi itu adalah kebutuhan," katanya. 

Jika cara itu kurang ampuh menahan godaan belanja, setiap ingin beli barang coba tanyakan kepada diri sendiri apakah itu keinginan atau kebutuhan?

“Tantangan terberat para ibu kan barang-barang lucu, nah itu harus ditanyakan apakah keinginan atau kebutuhan,” kata Nadya di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Dia mencontohkan apakah barang tersebut setelah dibeli memiliki dampak atau tidak. Bila ada dampak, maka bisa dikategorikan kebutuhan.

Kemudian dapat dipertanyakan apakah barang tersebut sudah dimiliki atau belum. Jika belum ada, maka bisa dibeli.

“Kalau ibu kan biasanya untuk anak, biasanya nih mau ikutin terus tuh, sudah ada baju warna merah, kurang sepatu merah, kurang juga celana merah. Kalau ikutin begitu bisa jadi itu adalah keinginan,” katanya.


Komentar
Close Ads X