Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Haruskah Buka Puasa Dengan Makanan Manis?

KOMPAS.com - Buka puasa adalah momen yang paling ditunggu-tunggu untuk menghilangkan rasa lapar dan haus. Makanan manis kerap jadi hidangan wajib yang ada di setiap meja. Akan tetapi, sebenarnya apakah menu berbuka puasa harus selalu serba manis?

Dari terakhir kali makan, yaitu saat sahur, simpanan gula darah akan terus menurun sepanjang hari karena kita tidak mendapat asupan makanan lain.

Gula darah adalah sumber energi utama tubuh. Itu kenapa kita mudah merasa lemas dan ngantuk selama beraktivitas saat puasa. Untuk menggantikan energi yang hilang ini, kita butuh menu berbuka puasa yang tepat.

Gula bisa cepat meningkatkan kadar gula darah yang turun setelah berpuasa. Namun, kebanyakan makanan manis, seperti teh manis atau pisang goreng, tidak memiliki gizi yang cukup untuk menggantikan nutrisi yang hilang selama seharian beraktivitas.

Makanan manis ini justru bisa menurunkan gula darah dengan sangat drastis setelah makan. Akibatnya, kita merasa lemas dan ngantuk setelah buka puasa.

Lalu, apa tidak boleh makan makanan manis yang mengandung gula?

Idealnya, menu berbuka puasa sebaiknya memang yang manis untuk mengembalikan energi. Namun dilansir dari British Nutrition Foundation, sebaiknya kita tidak mengonsumsi banyak makanan atau minuman manis dengan gula tambahan.

Selain bisa bikin gula darah merosot drastis, asupan kalori dan gula yang terlalu banyak bisa membuat berat badan malah naik meski sedang berpuasa.

Lebih baik pilih makanan manis alami yang juga mengandung serat dan bernutrisi tinggi, seperti:

Jika dibandingkan dengan segelas teh manis hangat, kandungan gulanya bisa lebih tinggi lagi, tergantung dari berapa banyak takaran yang kita pakai. Satu sendok makan gula pasir (13 gram) mengandung 50 kalori, 13.65 gram karbohidrat, dan 13,65 gram gula.

Makan 3 butir kurma memberikan sekitar 69 kalori dalam sekali berbuka puasa. Namun, buah kurma juga mengandung serat, protein, kalium, magnesium, copper, mangan, besi dan vitamin B6 yang penting untuk tubuh.

Dilansir dalam laman Healhtline, serat buah-buahan membantu mengontrol gula darah agar tidak melonjak tinggi.

Kebalikannya, segelas teh manis hangat sangat sedikit mengandung nutrisi. Apalagi jika gula yang dikonsumsi adalah yang berbentuk cairan manis, maka ini akan lebih mudah dicerna dan langsung diserap dengan cepat.

Maka itu, gula darah juga akan meningkat lebih drastis lagi. Ditambah lagi, minuman manis biasanya tidak memberi efek mengenyangkan, sehingga kita bisa berlebihan mengonsumsinya.

Untuk mengganti gula pasir dalam menu berbuka puasa, pakailah madu yang punya nilai gizi cukup menguntungkan atau ekstrak vanila.

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/21/161600920/haruskah-buka-puasa-dengan-makanan-manis

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.