Salin Artikel

Waspadai, Antidepresan Penyebab Naiknya Berat Badan

KOMPAS.com - Ahli kesehatan telah lama mengatakan jika depresi dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebaliknya, obesitas juga bisa menyebabkan depresi.

Kini, telah ada riset baru yang membuktikan jika antidepresan tertentu dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Pada akhirnya, antidepresan hanya akan menciptakan 'lingkaran setan' untuk pasien depresi.

"Sangat sulit untuk mengetahui apa penyebab kenaikan berat badan karena seringkali hal ini bisa menjadi gejala depresi itu sendiri,” ucap Dr. Rafael Gafoor, selaku pemimpin riset.

"Atau bisa jadi, setelah mulai mengonsumsi antidepresan mereka mulai mengalami penambahan berat badan," tambahnya.

Tapi, apa pun alasannya, kata Dr. Rafael, inilah yang kemudian membuat mereka lebih depresi dan hanya melanggengkan siklus ini.

Seperti dikutip dari laman New York Post, riset ini dilakukan oleh peneliti dari Inggris.

Riset dilakukan dengan menganalisis perubahan berat badan dan indeks massa tubuh 300.000 orang dewasa selama periode 10 tahun.

Priset menemukan pasien yang memakai 12 antidepresan yang paling sering diresepkan, tinggi kemungkinannya untuk mengalami kenaikan berat badan.

Berat awal pasien tidak berpengaruh pada kemungkinan kenaikan berat badan ini.

Ini berarti, berapa pun berat badan kita -entah kita kekurangan berat badan atau sebaliknya, efek antidepresan ini tetap akan bekerja.

"Ada dua jenis antidepresan yang mungkin bisa menyebabkan kenaikan berat badan," kata Dr. James Kocsis, profesor dan psikiater di Weill Cornell Medical School.

Anti depresan penyebab kenaikan berat badan, menurut Dr. James Kocsis, salah satunya adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti Prozac, Zoloft, dan Lexapro.

Selain itu, remeron (Mirtazapine) juga sering menyebabkan kenaikan berat badan karena efek anti-histaminiknya, yang membuat pengguna merasa lesu.

Meskipun riset ini memerlukan lebih banyak penelitian mendalam, Kocsis berpendapat, perawatan yang lebih holistik akan memberi hasil yang menguntungkan.

Pengobatan holistik ini bisa berupa kombinasi terapi, gaya hidup sehat, pengobatan, dan pemantauan berat badan, dan berkelanjutan.

"Hal utama adalah untuk waspada terhadap kenaikan berat badan, memantau berat badan, dan memiliki program untuk mencegahnya," papar Kocsis.

Program untuk mencegah kenaikan berat badan, kata Kocsis, bisa berupa diet, olahraga, dan obat lain yang dapat melawan peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/27/200000920/waspadai-antidepresan-penyebab-naiknya-berat-badan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.