Salin Artikel

4 Olahraga untuk Mereka yang Punya Napas Pendek

KOMPAS.com - Napas pendek biasanya merupakan keluhan yang dimiliki oleh orang yang punya masalah dengan paru-parunya. Contohnya asma, emfisema, bronkitis kronis, kelainan otot dada, dan sebagainya.

Beberapa orang yang mengalami hal ini biasanya menghindari aktivitas fisik atau olahraga agar tidak semakin sesak. Padahal orang yang bernapas pendek tidak berarti tak bisa olahraga. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh orang dengan napas pendek.

Jika kamu memiliki napas pendek, sebelum memulai olahraga sebaiknya konsultasikan dahulu kondisi kesehatan ke dokter. Jika sudah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan olahraga, jangan ragu lagi.

Prinsipnya, jangan paksakan diri jadi semakin terengah-engah. Jika napas semakin sesak, segera hentikan lalu duduk dan atur napas kembali.

Ini beberapa olahraga yang bisa kamu lakukan:

1. Yoga

Peregangannya yang dinamis sangat bagus untuk bergerak tanpa menaikkan detak jantung. Gerakan seperti ini sangat aman untuk menghindari terjadinya napas yang semakin pendek.

2. Jalan kaki

Dengan menyesuaikan pola pernapasan, lama-lama kita membangun kapasitas bernapas yang lebih baik. Pastikan untuk tidak memaksakan diri terlalu cepat berjalan. Berikan kesempatan pada tubuh untuk berjalan secara teratur dalam seminggu.

3. Berenang atau aerobik di air

Bahkan hanya berjalan di kolam renang sambil menggerakan lengan juga dapat membantu membentuk tingkat kebugaran semakin tinggi sehingga tidak mudah mengalami sesak napas.

4. Tai chi

Dengan gerakan tai chi yang lambat dan anggun juga dapat membantu untuk rileks, menenangkan pikiran, memperbaiki postur, dan menjaga keseimbangan tubuh.

Selain olahraga, lakukan latihan pernapasan juga

Latihan pernapasan penting untuk memperkuat otot pernapasan, mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga kamu tidak merasa terlalu sesak. Berikut 2 contoh latihan pernapasan yang bisa dilakukan selama 3-4 kali sehari dengan kondisi napas pendek.

Pursed-lip breathing:

  • Lemaskan otot leher dan bahu.
  • Tarik napas selama 2 detik melalui hidung, dengan kondisi mulut tertutup
  • Embuskan napas selama 4 detik melalui bibir yang mengerucut. Jika ini terlalu lama, cukup embuskan napas sekuat yang kamu bisa.
  • Gunakan pernapasan dengan mengerucutkan bibir ini juga saat berolahraga. Jika kamu mengalami sesak napas, pertama-tama cobalah memperlambat laju pernapasan dan fokus untuk mengeluarkan napas melalui mulut, bukan hidung.

Pernapasan diafragma

  • Berbaring telentang dengan lutut ditekuk.
  • Letakan satu tangan di atas dada, dan satu tangan lagi di atas perut.
  • Tarik napas dalam-dalam melalui hidung selama 3 detik. Perut dan tulang rusuk bagian bawah harus naik, tetapi bagian dada harus tetap diam.
  • Kemudian, pastikan otot-otot perut kencang atau berkontraksi lalu embuskan napas selama 6 detik melalui bibir yang sedikit mengerucut.

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/12/060600020/4-olahraga-untuk-mereka-yang-punya-napas-pendek

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.