Salin Artikel

Mickey Mouse Jadi Inspirasi Koleksi Tenun Ikat Indonesia

Didiet menuangkan idenya pada koleksi kolaborasi Disney x Ikat Indonesia yang ditampilkan di hari ketiga ajang Jakarta Fashion Week 2019, Senin (22/10/2018).

Didiet berupaya menangkap perjalanan Mickey mulai dari kelahirannya di 1928 dan mengawinkannya dengan motif tenun ikat khas Tanah Air.

Pada era kelahiran Mickey terebut, gaya hias yang diusung adalah art deco. Didiet pun memasukkan konsep art deco tersebut ke motif-motif ikat yang ditampilkan.

Menyatukan karakter Mickey yang ikonik dengan tenun menjadi tantangan tersendiri bagi Didiet. Sehingga, banyak motif yang menurutnya harus diakomodasi untuk masuk ke dalam desain koleksi tersebut.

Unsur keceriaan Mickey dan modernitas tetap terpancar dalam desain busana tersebut tanpa menghilangkan unsur keindonesiaan Ikat.

Misalnya, terlihat dari perpaduan kemeja lengan panjang dan celana pendek berwarna dominan biru tua dengan siluet kepala ikonik Mickey tersebar di seluruh bagian.

Tak selalu dalan bentuk busana, motif yang sama juga bisa kita lihat pada ikat pinggang kain yang dipadukan dengan dress ikat nan eksotis atau scarf.

Pada beberapa busana, ikon kepala Mickey ditampilkan secara tunggal. Misalnya, tersemat pada kantung salah satu kaos.

Karakter Mickey pun tetap terpancar kuat ketika dipadukan dengan koleksi busana berwarna natural yang banyak bermain dengan bahan katun itu.

"Kami ambil warna merah, seperti yang kami gunakan untuk tenun ikat. Lalu ada earth color seperti biru, cokelat," tuturnya.

Melalui 12 koleksi yang ditampilkan, Didiet mencoba membuat konsep busana urban yang bisa mengakomodasi semua pencinta Mickey lintas generasi.

"Generasi muda dan orang-orang yang tumbuh bersama Mickey. Kami mau bawa keceriaan dari koleksi yang diluncurkan," kata Didiet.

*Busana muslim hingga perhiasan*

Ikat Indonesia adalah salah satu label yang berkolaborasi dengan Disney dalam rangka merayakan ulang tahun Mickey Mouse.

Tahun 2018 menandakan 90 tahun kemunculan Mickey sejak penampilan perdananya di film animasi pendek Steamboat Willie pada 18 November 1928.

Selain Ikat, sejumlah label turut menampilkan koleksi kolaborasinnya dengan Disney di panggung JFW.

Desainer Jenahara Nasution, misalnya, juga membawakan koleksi kolaborasi Disney dengan label busana muslim miliknya, Suqma.

Koleksi busana muslim (modest wear) bertajuk "Orchidea" dari Jenahara banyak menampilkan potongan busana minimalis dan elegan yang dipadukan dengan signature pattern terinspirasi dari karakter Mickey.

Tema "orchid" atau anggrek sendiri dipilih karena dianggap merepresentasikan Indonesia.

Motif ikonik Mickey pun terlihat melebur bersama kecantikan bunga anggrek dalam koleksi busana tersebut.

"Ada gambar anggrek dan hidden Mickey. Anggreknya seperti membuat sebuah pattern, tapi kalau dilihat dari dekat itu ternyata Mickey," kata Jenahara.

Koleksi Disney x Suqma banyak menggunakan bahan ringan, seperti crepe dan katun. Signature pattern dengan motif ikonik Mickey tersebar pada koleksi busana yang banyak terdiri dari scarf, top, bottom, dress, hingga celana ini.

Selain Suqma, label lainnya yang digandeng Disney untuk berkolaborasi di panggung JFW adalah UBS Gold. Pada kesempatan tersebut UBS Gold menampilkan koleksi perhiasan emas modern yang tetap menyertakan aksen tradisional terinspirasi dari masa keemasan Kerajaan Majapahit.

Creative Director UBS Gold Erwin Suganda menjelaskan, emas kuning yang digunakan pada koleksi kali ini merepresentasikan kebahagiaan, optimis dan pemberani yang sangat identik dengan sosok Mickey.

"Di kerajaan biasanya ada simbil otoritas raja, di koleksi ini ada hidden Mickey sebagai simbol Mickey adalah rajanya Disney," tuturnya.

Beberapa koleksi yang ditampilkan antara lain anting wayang, cincin, giwang, hingga kalung tumpuk.

Permainan dimensi yang tertuang pada perhiasan kalung tumpuk, anting wayang maupun giwang sendiri dinilai sebagai salah satu ciri khas kerajaan di Indonesia, khususnya Majapahit.

Tampilan geometris kepala Mickey kemudian digabungkan dengan ukiran khas Indonesia sehingga tampak megah.

"Tampilannya menjadi sangat mewah, seperti simbol kerajaan," kata Erwin.

Kolaborasi Disney dilakukan bersama 50 label, mulai dari mode, mainan, perlengkapan rumah, dan lainnya. Termasuk label Pop U dan Matahari yang turut serta dalam peragaan busana di JFW, Senin malan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/23/102630320/mickey-mouse-jadi-inspirasi-koleksi-tenun-ikat-indonesia

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.