Salin Artikel

Para Ayah, Rajinlah Berkomunikasi dengan Bayi di Kandungan

Hal ini berdampak pada hubungan ayah dan anak yang renggang seiring bertambahnya usia anak.

"Jangan tanya kenapa anak tersebut tidak ada attachment dengan ayahnya, lihat berapa banyak waktu yang diberikan ayah tersebut kepada anaknya?" kata Dr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi atau yang akrab disapa Bunda Romi pada peluncuran wajah baru produk Baby Toiletries Pigeon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Hubungan tersebut tidak bisa begitu saja diobati ketika dewasa, sehingga idealnya dipupuk sejak dini.

Peran ayah sebetulnya bisa dimulai sejak anak masih di dalam kandungan ibu. Misalnya, dengan ayah mengantar ibu ke dokter kandungan dan membantu mengelus perut ibu ketika terjadi kontraksi atau rasa tidak nyaman lainnya.

"Ayah boleh ikut mengusap perut ibu, dan sebagainya. Rasa nyaman di ibu akan berkoneksi dengan anak," ungkapnya.

Contoh lainnya adalah membantu ibu mencatat gerak bayi ketika kandungan berusia enam atau tujuh bulan. Pada usia kandungan tersebut, dokter biasanya akan menyuruh orangtua mencatat jumlah gerak bayi dalam sehari.

"Ayah dan ibunya harus saling mengingatkan, sudah berapa kali gerak dan sebagainya. Kalau ayahnya tidak ada kepedulian sama sekali, ibunya nanti akan merasa fight sendirian bersama bayinya," ucap Bunda Romi.

Peran ayah semakin penting setelah bayi tersebut lahir. Misalnya, membagi waktu asuh bersama ibu untuk merawat bayi, meskipun ayah juga harus pergi bekerja.

"Karena ibu yang baru melahirkan perasaannya pasti tidak enak, apalagi kalau dia sadar akan badan. Merasa enggak nyaman, badan jadi besar, bisa membuat dia drop," tuturnya.

Seiring bertambahnya usia anak, ayah bisa mengambil peran sebagai rekan bermain anak. Misalnya, ayah bisa mengendong atau mengajak anak bermain sambil bernyanyi.

Perhatian juga bisa dicurahkan ayah kepada anaknya meski sedang berada jauh, misalnya ketika sedang tugas di luar kota dengan berkomunikasi melalui telepon.

Komunikasi lewat video call juga bisa diterapkan oleh ayah dan ibu pada masa kehamilan.

Namun, setiap pasangan memiliki caranya masing-masing untuk memberi kenyamanan.

"Intinya, suami dan istri harus saling tahu apa yang bikin nyaman," ucap Bunda Romi

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/01/29/163700620/para-ayah-rajinlah-berkomunikasi-dengan-bayi-di-kandungan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.