Salin Artikel

Lolosnya Nike dari Gugatan Hak Cipta untuk Logo "Jumpman" Air Jordan

Selama lebih dari 30 tahun, logo ini tak pernah surut dari berbagai kreasi yang amat diminati oleh para penggemar olahraga ataupun kolektor sneakers -utamanya.

Logo itu telah menjelma menjadi sebuah simbol yang kerap direlasikan dengan berbagai citra, tak cuma sporty tapi pun kelas dan gaya hidup tersendiri.

Namun, siapa yang mengira jika di balik kemasyuran logo "Jumpman" itu tersimpan kisah masa lalu, yang kemudian menjadi celah untuk melancarkan tuduhan pelanggaran hak cipta.

Adalah Nike, -produsen sepatu dan peralatan olahraga asal Amerika Serikat- selaku pemilik merek, yang harus menghadapi tuduhan itu.

Di tahun 1985, fotografer Jacobus Rentmeester mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta. Beruntung, kasus ini akhirnya rampung, dan Nike pun lolos dari tuduhan tersebut.

Mahkamah Agung, Senin (25/3/2019), menolak kasus yang dibawa Jacobus Rentmeester itu.

Cerita in berawal ketika di tahun 1984, Rentmeester mengambil foto untuk Life Magazine.

Foto itu mengabadikan figur Michael Jordan, yang mengenakan seragam tim nasional AS untuk Olimpiade, lengkap dengan sepatu Converse andalannya kala itu.

Dalam foto tersebut, mahasiswa di University of North Carolina ini berpose dengan melompat ke arah ring untuk membenamkan bola, kakinya merentang lebar bak pebalet yang menari.

Pose tersebut mirip seperti logo Air Jordan yang amat terkenal itu.

"Rentmeester menciptakan sebuah foto dengan pose yang belum pernah ada sebelumnya."

"Inspirasi pose itu datang dari gerakan balet untuk menyuguhkan gambaran terbang beserta kekuatan dari sosok Michael Jordan."

Demikian bunyi petisi yang ditulisnya sendiri untuk Mahkamah Agung, seperti diberitakan laman CNN.

Pengakuan itu pun ternyata tak hanya sepihak. Buktinya, Time Magazine belakangan memasukkan karya Rentmeester itu dalam salah satu di antara 100 foto yang paling pengaruh dalam sejarah dunia.

Lalu, ketika Michael Jordan meninggalkan bangku kuliah dan bergabung ke liga bola basket profesional AS, NBA, dia menandatangani kontrak kerjasama dengan Nike.

Nah, pada bagian ini Rentmeester mengklaim Nike telah menjiplak setiap bagian asli dari foto karyanya tadi, dalam foto lain, hingga kemudian menjadi logo "Jumpman".

Dalam foto sejenis yang dibuat oleh Nike, Jordan melakukan gerakan serupa dengan latar belakang siluet gedung-gedung pencakar langit di Chicago.

Namun, dalam pose kali ini Jordan sudah mengenakan seragam hitam-merah milik klub Bulls Chicago, di mana dia mulai bermain.

Siluet dari gambar itulah yang kemudian menjadi logo Air Jordan.

Kemasyuran Air Jordan tak bisa diragukan, bahkan di tahun lalu saja merek ini mencatat angka penjualan sebanyak 2,8 miliar dollar AS.

Setelah berselang 30 tahun sejak Rentmeester mengambil foto Jordan, dia mengajukan gugatan kepada Nike. Dia menuduh Nike melakukan pelanggaran hak cipta.

Namun, pengadilan distrik menolak kasus itu, dan kemudian pengadilan banding menguatkan keputusan tersebut.

Pengadilan banding meyakini, foto milik Nike tidak mirip secara substansial dengan foto karya Rentmeester. 

Bagaimana menurut Anda?

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/03/26/110947520/lolosnya-nike-dari-gugatan-hak-cipta-untuk-logo-jumpman-air-jordan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.