Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Berusia Lebih dari 140 Tahun, Berikut Fakta Menarik Celana Jeans...

KOMPAS.com - Jeans merupakan celana serbaguna yang menjadi ikon fesyen tersendiri. Bahannya yang tak mudah sobek menjadi pilihan banyak orang untuk memakainya dalam aktivitas sehari-hari.

Awalnya, celana jeans dipakai oleh para pekerja pertambangan yang umumnya pria. Namun, kini celana jeans tak hanya untuk pria tapi juga disukai perempuan.

Pada 20 Mei 1783, celana jeans mendapatkan paten resmi. Setelah itu, jeans menjadi mode pilihan masyarakat lintas gender dan lintas generasi.

Berusia lebih dari 140 tahun, berikut adalah fakta menarik dari jeans yang perlu Anda ketahui:

1. Awal nama

Perdagangan bahan untuk jeans kali pertama muncul di kota Genoa, Italia; dan Nimes, Perancis.

Dari Genoa muncul penamaan "genes" yang nantinya akan menjadi jeans. Sementara itu di Nimes kain itu dikenal dengan "de Nimes" yang nantinya akan dikenal dengan denim.

Kain Genes dari Genoa memiliki struktur halus dan dengan harga yang murah. Banyak militer dan pelaut dari Genoa menggunakan celana berbahan ini agar mudah dipakai ketika basah atau kering.

Sementara itu kain denim dari Nimes memiliki struktur yang keras dan kasar. Banyak pihak yang menilai kain ini memiliki kualitas yang paling bagus dan biasanya digunakan sebagai pakaian terusan.

Berawal dari Eropa, akhirnya kain ini sampai di Amerika Serikat dan diperkenalkan oleh Levi Strauss untuk menemani pekerja tambang dalam menunjang aktivitas pertambangan emas di California.

Setelah pelaut dan militer menggunakan kain jeans untuk kehidupan sehari-harinya, penggunaan jeans juga mewabah kepada pekerja di Italia.

Banyak pekerja yang menggunakan jeans untuk menunjang aktivitasnya ketika bekerja. Baik dari pekerja tambang, bangunan, maupun pekerja kasar menggunakan celana jeans.

Biasanya mereka menggunakan kain jeans dari Genoa yang memiliki kualitas yang lebih murah dan lebih tipis.

Bukti ini ditunjukkan oleh lukisan dari seniman Italia yang sekarang mendapat julukan "The Master of Blue Jeans". Dalam lukisan tersebut, menggambarkan pekerja miskin dan keluarganya yang mengenakan kain jeans.

Eksistensi celana jeans didominasi oleh kain jenis "genes" dan "de Nimes" yang memiliki kriteria dan harga masing-masing.

Tak lama setelah itu, muncul jenis kain lain yang digunakan untuk membuat bahan jeans, yakni Dungaree. Bahan ini kali pertama muncul pada abad ke-17.

Dungaree identik dengan kain katun tebal dan kasar, sering berwarna biru tapi kadang-kadang putih. Kebanyakan digunakan untuk orang-orang miskin di wilayah Bombay (kini Mumbai), India.

Karena memiliki ketebalan, kuat dan harga yang murah, kain ini akhirnya dikirim menuju Inggris. Di sana, kain dijadikan pakaian guna kepentinangan pekerja.

Bukan hanya untuk sekedar gaya saja, ternyata penggunaan paku keling di celana jeans memiliki fungsi tersendiri, yakni membuat celana kuat dan tak mudah robek.

Ketika Levi Strauss mengembangkan celana jeans biasa ternyata banyak kendala dan keluhan. Para penambang menilai celana ini mudah robek ketika digunakan dalam aktivitas menambang di California. Akibatnya, Levi Strauss harus membuat celana yang kuat.

Rencana itu akhirnya diperhatikan oleh penjahit Nevada, Jacob Davis yang bekerja sama dengan Levi membuat model celana jeans dengan dilengkapi paku keling. Hasilnya begitu memuaskan para penambang.

Selain itu, pada celana juga terdapat saku kecil. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya ini berguna untuk menaruh jam atau arloji seseorang. Karena fungsinya yang kurang dikenal, pada 1930-an pernah dihilangkan pada model jeans yang berkembang.

Namun sampai sekarang, saku arjoli masih ada dan ditemukan di celana jeans. Biasanya terdapat pada saku bagian kanan.

Orang-orang telah memakai celana jeans selama berabad-abad lamanya. Warna biru yang digunakan dalam celana ini berasal dari pewarna nila alami.

Pewarna ini dipilih karena memiliki karakteristik tak bisa menembus serat kapas secara penuh dari celana tersebut.

Ketika bahan ini dipanaskan, kebanyakan pewana akan menembus serat kapas, tetapi warna ini hanya menempel pada permukaan serat. Jika dicuci berkali-kali, warna celana ini akan menjadi pudar.

Semakin sering dicuci, maka semakin lembut celana tersebut. Akhirnya, jeans tersebut akan lebih nyaman kita pakai. Kelembutan yang dihasilkan dari pewarna ini membuat jeans menjadi favorit para pekerja.

Berbeda dengan zaman dulu, pada masa kini celana jeans diwarnai dengan pewarna biru sintetis.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/05/20/135653820/berusia-lebih-dari-140-tahun-berikut-fakta-menarik-celana-jeans

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.