Salin Artikel

Ukuran Baju Terus Melebar, Alasan Pria Ini Mulai Diet

KOMPAS.com - Brandon Sanford selama hidupnya tak pernah menganggap berat badannya sebagai masalah. Ia mengabaikan olahraga hingga pada akhirnya dia menikah dan memiliki anak.

Suatu hari, perubahan ukuran baju membuatnya sadar bahwa tubuhnya semakin hari semakin besar.

Sanford pun mulai merasa minder dan tidak lagi bahagia atas dirinya. Kondisi itu membuat Sanford justru makan dan minum-minum semakin banyak.

Ditambah lagi kombinasi stres di tempat kerja membuatnya diserang rasa panik dan takut. Bagian terburuknya adalah ketika ia melihat anak-anak yang berada bersamanya di dalam mobil pada perjalanan menuju Palm Springs di liburan musim semi lalu.

"Pada titik itu, aku merasa harus melakukan sesuatu. Istri dan anak-anakku berhak mendapatkan versi terbaik diriku," katanya.

Tahun berikutnya, Sanford berhasil menurunkan berat badan sebanyak 33 kg hingga beratnya menjadi 62 kg.

Perjalanan Sanford dimulai dengan diet yang cukup agresif, termasuk konsumsi protein shake untuk sarapan serta salad, kacang-kacangan dan daging rendah lemak untuk makan siang.

Karena diet tersebut terasa terlalu membatasi, Sanford melakukan riset lebih banyak dan mengganti pola makannya.

Untuk sarapan, misalnya, ia mengkonsumsi pisang, protein shake, setengah cangkir oat, dan yogurt tanpa lemak.

Sementara untuk makan siang Sanford mengkonsumsi 4-5 ons protein. Makan malamnya lebih ringan lagi, yaitu sebagian kecil protein dengan salad. Ditambah selai kacang sebagai makanan penutup.

Sanford melakukan lebih dari sekadar mengubah pola makan. Ia juga merenovasi dapurnya yang dulu berisi banyak makanan kemasan dan makanan olahan beku, kini dipenuhi karbohidrat sehat dan protein rendah lemak.

"Aku mencoba dan memastikan bahwa aku tidak hanya mengkonsumsi protein shake sebagai pengganti ayam atau kalkun," kata pria asal Seattle itu.

Sanford mengimbangi dietnya dengan olahraga rutin. Dia memulai dengan latihan sirkuit, angkat beban dan sepeda statis.

Beberapa lama kemudian ia mulai melakukan Latihan Interval Intensitas Tinggi (HIIT) di atas sepeda tersebut.

Berat badannya terus menerus turun seiring dengan usaha kerasnya menurunkan berat badan.

Hingga pada suatu hari, target kebugarannya berubah. Sanford ingin mencapai satu langkah lebih jauh daripada sekadar mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Pada April 2019, Sanford bertekad berolahraga untuk mendapatkan otot-otot perut yang kuat. Target itu membuatnya kembali menurunkan berat badan sebanyak 9 kg.

Ia mulai angkat beban lima hari seminggu dan melakukan empat sesi HIIT kardio.

Sanford mengatakan dirinya lebih suka melakukan latihan tubuh untuk sesi HIIT-nya.

"Mencoba menghilangkan kalori lewat sepeda statis adalah cara yang kuno. Aku berupaya membangun variasi olahraga untuk membuat setiap sesinya menyenangkan. Tubuhku juga merespons lebih baik," katanya.

Ketika berat badan Sanford mencapai di bawah 63 kg, semua orang mulai menyadari perbedaannya. Menceritakan transformasi bentuk tubuhnya kepada teman-teman dan rekan kerja kemudian menjadi salah satu cara baginya untuk menjaga akuntabilitas perkembangannya.

Penghargaan terbesar yang dirasakan Sanford datang dari putrinya.

"Di hari lain, salah satu anak perempuanku melihatku dan berkata bahwa aku terlihat lebih kuat dan sehat. Itu membuatku tertegun," kata dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/05/27/143309620/ukuran-baju-terus-melebar-alasan-pria-ini-mulai-diet

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.