Salin Artikel

Pakaian Dalam Merek "Kimono" Kim Kardashian Ditegur Walikota Jepang

KOMPAS.com - Salah satu walikota di Jepang menegur Kim Kardashian karena label pakaian dalam atau "Shapewear" yang baru saja dirilisnya.

Beberapa waktu lalu, bintang reality show itu meirlis merek pakaian dalam dengan nama "Kimono Intimates".

Hal itu memicu kontroversi karena istri rapper Kanye West itu dianggap telah menghina sejarah dan tradisi Jepang.

Walikota Kyoto, Daisaku Kadokawa, telah menulis surat terbuka untuk wanita 38 tahun itu.

Dalam suratnya, pria 68 tahun itu mengatakan kimono merupakan buah dari keahlian dan melambangkan rasa keindahan, semangat serta nilai-nilai masyarakat Jepang.

Kadokawa juga mengatakan kimono adalah pakaian populer di jalanan Kyoto yang dikenakan oleh turis dan penduduk lokal.

Baginya, ini membuktikan jika pakaian tradisional itu dicintai oleh orang-orang dari seluruh dunia dan tidak boleh dimonopoli.

Surat itu diunggah dalam situs resmi kota Kyoto. Sebagai penutup surat, sang walikota juga mengundang Kim untuk mengunjungi Kyoto.

Menurutnya, Kyoto merupakan tempat di mana terdapat banyak budaya Jepang sangat dihargai, termasuk kimono.

Untuk itu, ia mengundang Kim agar turut merasakan pengalaman agar lebih memahami esensi Budaya Kimono dan pikiran rakyat Jepang.

Kim belum menanggapi surat itu. Tapi, dalam sebuah pernyataan yang dirilis The New York Times pada Kamis, (27/6/2018), ia mengatakan nama "Kimono" dipilih untuk menghargai keindahan dan detail dalam pembuatan kimono tradisional.

"Saya sangat menghormati pentingnya kimono dalam budaya Jepang dan tidak memiliki rencana untuk merancang atau merilis pakaian yang menyerupai atau tidak menghormati pakaian tradisional dengan cara apapun,” tulis Kim dalam rilis tersebut.

Namun, dia juga menegaskan tidak berniat untuk mengubah nama merek mengingat reaksi masyarakat tersebut.

Kim merilis koleksi pakaian dalam warna nude itu pada hari Selasa (25/6/2019). Sejak pertama kali dirilis, Kim langsung mendapatkan kritik tajam di media sosial.

Awal bulan ini, lini body make-up yang dirilis Kim juga menuai kontroversi karena dianggap mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis.

Sebelumnya, Kim juga pernah dituduh melakukan pelecehan budaya di awal bulan April ini.

Saat itu ia menghadiri pertunjukan "Sunday Service" suaminya, Kanye West di Coachella dengan memakai hiasan kepala yang menyerupai "maang tikka" atau hiasan kepala tradisional India.

 

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/06/30/081316920/pakaian-dalam-merek-kimono-kim-kardashian-ditegur-walikota-jepang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.