Salin Artikel

Cerita Pria 23 Tahun Turun Bobot 30 Kg "Berkat" Taruhan

Kebiasaan mengakses internet membuat Roberts dan orang-orang seusianya menghabiskan banyak waktu hanya duduk tanpa aktivitas fisik yang berarti.

Alhasil, dia pernah mencapai bobot 113 kilogram ketika beranjak dewasa.

"Kontribusi terbesar terhadap berat badanku adalah gaya hidup yang penuh dengan makanan dan minuman yang menstimulasi area kesenangan di otakku," kata dia.

Menurut Robert, pola makan yang selama ini dijalaninya adalah pola standar warga di Amerika Serikat.

Cirinya adalah banyak sekali makanan-makanan tidak sehat. Robert juga memadukannya dengan minum alkohol kegemarannya. 

"Aku minum hampir setiap akhir pekan, bahkan melakukannya juga di hari kerja," ujar dia.

Meski terasa enak, namun pada suatu waktu Robert berpikir tidak bisa selamanya menjalani gaya hidup tidak sehat tersebut.

Lagi pula, berat badannya saat itu sudah memuncak hingga 113 kilogram.

"Aku merasa sangat buruk ketika mengalami obesitas dan mencapai berat badan 113 kilogram di usia 21 tahun," kata dia.

"Minum alkohol membuat kondisi ku semakin buruk," sambung dia.

Robert pun mulai mengubah gaya hidup, dan berhasil menurunkan berat badan hampir 30 kilogram.

Taruhan

Titik perubahannya adalah ketika ia menjalani tantangan kecil bersama sepupunya.

"Aku bertaruh kamu tidak akan bisa berhenti minum selama sebulan," kata sepupunya saat itu.

Robert tanpa ragu menerima tantangan tersebut. Empat minggu kemudian, Robert tidak hanya berhasil melakukan tantangan tersebut, tapi juga turun berat badan hingga sembilan kilogram.

"Saat itu aku kaget. Lalu aku berpikir, kenapa ini tidak aku lanjutkan?" kata dia.

Dari situ, Robert mulai memangkas konsumsi gula, menyiapkan makannya sendiri dan menerapkan defisit kalori.

Ia juga bergabung dengan gym dan mulai berlatih bersama rekan kerjanya.

"Setelah itu aku terus menambah satu kebiasaan baik dan tanpa disadari, pola hidup sehat sudah menjadi kebiasaan," kata dia.

Pola itu membuatnya berhasil menurunkan berat badan total hampir 30 kilogram, dalam delapan bulan, menjadi 83,9 kilogram.

Setelah berhasil menurunkan berat badan yang tergolong banyak, Robert memiliki pandangan hidup baru.

Ia merasa lebih nyaman dengan tubuhnya, energinya bertambah dan tidak lagi memiliki masalah pencernaan atau asam lambung.

Suntikan endorfin yang didapatkannya dari berolahraga juga membuat pikirannya segar dan memiliki perasaan euforia.

"Aku lebih bahagia di berbagai aspek kehidupan. Tidurku lebih baik, kebiasan makanku lebih baik dan kepercayaan diriku meningkat," kata dia.

Namun, hanya karena berat badannya sudah mencapai target yang diinginkannya, bukan berarti Robert berhenti sampai di situ.

Ia terus membuat target-target kebugaran baru, termasuk berencana membesarkan badan.

"Aku belum selesai dan tidak akan selesai. Ini adalah gaya hidup," ujar dia.

Menurut dia, langkah tersebut berhasil karena ia membuang kata "diet" dan menjalani hidup dengan berpegang pada pemahaman, hidup tidak hanya dijalankan dalam waktu singkat, melainkan selamanya.

Untuk orang-orang yang baru mau mulai menurunkan berat badan, Robert berpesan untuk mempelajari bagaimana tubuh bekerja dan belajar tentang keseimbangan energi.

Belajarlah untuk memahami bagaimana tubuh diisi oleh bahan bakar dan dilatih secara tepat.

"Terakhir, cobalah untuk disiplin dalam menjalankan segala sesuatu. Kamu akan terkejut dengan hal-hal yang ternyata bisa kamu ubah," kata Robert.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/07/05/103625320/cerita-pria-23-tahun-turun-bobot-30-kg-berkat-taruhan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.