Salin Artikel

Ramai Ratna Galih, Ini Kondisi yang Harus Diperhatikan Pasca-kelahiran Anak Kembar

KOMPAS.com – Memiliki bayi, terlebih bayi kembar pasti akan mendatangkan banyak perubahan dan rutinitas tambahan bagi kedua orangtuanya, terutama sang ibu.

Hal itu dialami oleh aktris peran Ratna Galih yang baru saja melahirkan anak kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan pada Jumat (5//7/2019).

Dari unggahan media sosialnya, Ibu 5 anak ini memperlihatkan sejumlah momen kebahagiaannya bersama keluarga dan 2 anggota barunya.

Netizen pun beramai-ramai meninggalkan komentar di masing-masing unggahan tersebut. Kebanyakan dari mereka merasa gemas dan ikut senang atas kelahiran bayi kembar ini.

Meski diselimuti kebahagiaan, Ratna Galih juga menuliskan keterangan yang menggambarkan kondisi dirinya pasca melahirkan anak kembar yang diberi nama Shelma dan Shaldi itu.

Ia mengaku akan disibukkan dengan kegiatan menyusui, melakukan proses penyesuaian diri dengan keberadaan anak kembarnya, dan sebagainya.

Apa yang harus diperhatikan terkait kondisi ibu pasca-melahirkan, terutama bayi kembar?

Menurut National Health Services (NHK) Inggris, perempuan yang melahirkan bayi kembar lebih berpotensi mengalami post-natal depression, atau depresi pasca melahirkan, dibandingkan dengan ibu yang melahirkan 1 bayi.

Hal ini karena banyaknya tugas dan tanggung jawab yang harus ia tangani dalam merawat 2 bayi sekaligus dalam waktu bersamaan.

Seorang ibu, membutuhkan masa penyesuaian untuk bisa menangani 2 bayi, seperti mengatur waktu, perhatian, atau fokus kepada masing-masing agar tetap mendapat perawatan yang terbaik.

Tidak hanya berbahagia atas karunia keturunan yang diterimanya, seorang ibu dengan putra kembar akan diterpa berbagai perasaan negatif.

Misalnya dilanda khawatir, stres, dan perasaan bersalah karena tidak bisa memberikan perawatan terbaik untuk kedua anaknya.

Selain itu, seorang ibu yang baru saja melahirkan bayi kembar juga biasanya mengalami masa kehamilan yang sulit, lebih banyak risiko komplikasi yang dialami, ia pun harus melalui proses persalinan yang melelahkan.

Faktor-faktor kesehatan ini membuat seorang ibu dengan anak kembar lebih rentan mengalami post-natal depression atau sindrom baby blues.

Ia akan memulai perannya sebagai ibu dengan perasaan yang lelah.

Ibu dengan bayi kembar juga akan mengalami masalah kuantitas jam tidur, lebih daripada ibu yang melahirkan satu bayi.

Dari survei yang telah dilakukan, hanya 1 dari 7 ibu berbayi kembar yang bisa memiliki waktu tidur minimal 6 jam atau lebih, di malam hari selama satu tahun pertama.

NHS dalam artikelnya yang berjudul “Twins and Postnatal Depression” juga menyebutkan risiko-risiko yang mungkin dialami oleh ibu dengan bayi kembar.

Risiko itu antara lain sebagai berikut:

  • Iri pada ibu yang hanya memiliki 1 bayi, karena dianggap memiliki hubungan yang lebih intim dengan anaknya.
  • Merasa tidak bisa banyak keluar rumah, karena banyak yang diurus terkait anak kembarnya di rumah.
  • Jika tidak mendapat dukungan dari orang-orang sekitar seorang ibu dengan bayi kembar akan merasa lelah dan emosi.

Depresi pasca melahirkan dapat diidentifikasi dengan terjadinya gejala-gejala tertentu.

Bisa jadi si ibu kerap terlihat menangis, sulit tidur, merasa menjadi ibu yang buruk, menyalahkan diri sendiri, cemas, panik, kewalahan dengan tugas kecil, tegang, mudah tersinggung, kesulitan berkonsentrasi, dan membuat keputusan.

Semakin cepat sindrom depresi pasca melahirkan terdeteksi, maka semakin mudah untuk mengatasinya.

Jika mengalami gangguan ini, seorang ibu atau orang di sampingnya bisa menghubungi bantuan dari pihak-pihak yang memiliki kapasitas. 

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/07/09/132755020/ramai-ratna-galih-ini-kondisi-yang-harus-diperhatikan-pasca-kelahiran-anak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.