Salin Artikel

G-Shock "Kingkong" Edisi Terbatas, Sambut Hari Kemerdekaan Singapura

Kali ini, seniman jalanan Singapura, Sam Lo alias SKL0 yang mendapat kepercayaan untuk menuangkan ekspresinya pada varian G-Shock GX56BB.

Varian ini dikenal juga dengan sebutan G-Shock "Kingkong" karena merupakan model arloji G-Shock dengan dimensi terbesar yang pernah ada.

Sebelum ini, -beberapa tahun lalu, Casio pun sempat membuat edisi khusus National Day Singapura, dengan menggunakan varian yang sama.

Laman Channel News Asia memberitakan, jam tangan ini dibanderol seharga 229 dollar Singapura atau sekitar Rp 2,4 juta.

Kreasi kolaboarsi G-Shock x SKL0 ini pun hanya diproduksi sebanyak 300 buah, dan cuma dijual di Singapura. 

Warna dasar "all black" pada varian GX56BB tetap dipertahankan, termasuk pada panel dial, bezel, dan juga tombol-tombol lainya.

Kreasi unik SKL0 baru terlihat di bagian strap pada jam ini.

Pada pangkal strap panjang tertulis kata "Majulah" yang kemudian dihiasi sematan lima bintang di bawahnya.

Tulisan "Majulah" itu diambil dari judul lagu kebangsaan "Majulah Singapura".

Lalu, -masih pada bidang strap yang sama, terlihat kreasi "mural" mirip batik, dengan kombinasi warna merah, biru, jingga, dan juga putih.

Sementara, pada bidang strap pendek, hanya ada logo SKL0 berwarna putih, yang dicetak pada pangkal strap.

Menurut Lo, desain mural pada strap G-Shock tersebut mewakili simbol perjuangan untuk mencapai keunggulan.

Ekspresi itu diwakili oleh pola-pola dasar menyerupai petir, lensa kamera, koin dollar dan koin keberuntungan.

"Desain pada arloji ini menyajukan nilai-nilai saat ini yang kami miliki, menyoroti unsur-unsur budaya modern, dan mengawinkannay dengan unsur tradisional."

"Sementara, jam G-Shock yang terkenal tangguh mewakili simbol perjuangan bangsa ini untuk bergerak maju dan terus membangun negeri," kata Lo.

Sejalan dengan tema peringatan Hari Kemerdekaan Singapura yang tepat jatuh pada 9 Agustus 2019 yakni “Our Singapore”, jam edisi khusus ini dikemas secara khusus pula.

Kemasan arloji ini pun dihiasi dengan nuansa yang sama, dan menampilkan aksen dari lagu tema peringatan "We Are Singapore".

Arloji pertama

Lo mengaku G-Shock adalah arloji pertamanya. Dia tertarik memakai jam tangan asal Jepang ini karena ketangguhan dan desainnya.

Sejak pertama kali diproduksi di tahun 1983, G-Shock sudah melakukan sederet kolaborasi dengan berbagai pihak, dari beragam latar belakang.

Mulai dari pemusik, perancang busana, atlet dunia, maupun tokoh-tokoh seni digandeng untuk menelurkan arloji dengan sentuhan khas.

Nah, kolaborasi dengan seniman Singapura ini pun bukan yang pertama kali.

Salah satunya, Casio pernah mengagas kolaborasi dengan seniman Clogtwo untuk model G-Shock DW-5600.

Versi itu pun diproduksi terbatas hanya 300 arloji, yang dikemas bersama sebuah patung mekanis berbentuk tangan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/07/26/075626720/g-shock-kingkong-edisi-terbatas-sambut-hari-kemerdekaan-singapura

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.