Salin Artikel

Daniel Mananta, Menjaga Bentuk Tubuh dengan Lari

JAKARTA, KOMPAS.com - Olahraga diyakini sebagai salah satu cara menjaga bentuk tubuh selain juga pola makanan sehat. Dengan berolahraga, seseorang bisa membakar kalori dari makanan yang masuk tubuhnya, sehingga tidak terlalu banyak tersimpan sebagai lemak.

Prinsip itulah yang dianut Daniel Mananta, aktor sekaligus pendiri brand Damn I Love Indonesia. Daniel, atau dikenal dengan VJ Daniel, mengaku rutin berlari untuk mengimbangi kegemarannya makan.

"Aku orang yang suka makan. Jadi aku mengimbanginya dengan lari agar tetap in shape," kata Daniel saat lari mencoba sepatu baru adidas UltraBoost 19 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Meski begitu, kesibukannya yang padat, terkadang membuat Daniel harus mencari cara agar ia tetap bisa berlari.

"Belakangan aku sibuk banget nih, jadwalku padat. Jadi kadang-kadang harus bangun jam 4 pagi kalau mau lari. Selain masih sepi, itu waktu yang ada untuk lari," katanya.

Dalam seminggu, Daniel rata-rata lari selama 5 jam. Namun saat sedang sibuk, waktu lari itu bisa berkurang.

Selain lari, Daniel kadang-kadang melakukan olahraga dengan beban tubuh sendiri, seperti push up dan lainnya.

Tapi benarkah lari adalah olahraga yang efektif menjaga berat badan dan bentuk tubuh?

Ternyata jawabannya tidak sesederhana itu. Kalori yang terbakar tidak bergantung hanya pada lama waktu kita lari tapi juga dipengaruhi berapa berat badan kita dan kecepatan larinya.

Makin berat badan kita dan makin cepat kita berlari, kalori yang dibakar juga makin banyak.

Rumus umumnya adalah 60 kalori per 1 km untuk berat badan sedang, yang berarti tubuh akan membakar sekitar 60 kalori untuk setiap km yang kita tempuh dengan berlari. Contohnya, jika kamu menghabiskan 20 menit untuk lari sejauh 2,4 km, kalori saat lari yang terbakar adalah 144 kalori.

Sebagai perbandingan, dalam sepotong pizza biasanya terkandung antara 270 hingga 390 kalori. Sepiring nasi goreng bisa mengandung antara 500 hingga 700 kalori atau lebih.

Terbayang kan, untuk membakar sepotong pizza, kita harus lari sekitar 5 kilometer.

Untunglah hitung-hitungan kalori tidak segampang itu, karena dalam keadaan istirahat pun, tubuh kita sebenarnya membakar kalori.

Namun yang tetap harus diperhatikan adalah kesimbangan antara berapa kalori yang masuk dan berapa yang kita keluarkan. Bila seimbang, maka tubuh pun tidak gampang membengkak, alias bisa tetap in shape.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/28/050500220/daniel-mananta-menjaga-bentuk-tubuh-dengan-lari

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.