Salin Artikel

Ikon "3 Garis" Vs "5 Garis", Adidas Buka Sengketa Lawan J.Crew

Seperti dikutip dari laman The Fashion Law, produsen sepatu dan pakaian olahraga asal Jerman itu merasa desain "garis-garis" yang dipakai J.Crew terlalu dekat dengan ikon "three stripes" khas Adidas.

Adidas menilai J.Crew telah menggabungkan pola garis sedemikian rupa, hingga bisa memunculkan kesan di konsumen produk J.Crew adalah bagian dari Adidas.

Terlebih, Adidas meyakini pola lima garis yang dipakai J.Crew bakal dipakai pada produk-produk sepatu dan t-shirt, yang adalah "dagangan" utama Adidas.

Padahal secara kasat mata terlihat, pola garis yang dipakai J.Crew amat berbeda dengan dengan pola tiga garis paralel yang identik dengan Adidas.

Sebab, pola lima garis J.Crew memiliki lebar yang bervariasi, dan menggunakan tiga kombinasi warna sekaligus, yakni biru tua, burgundy, dan gading.

Lagi pula, J.Crew pun memang dikenal dengan produknya yang menggunakan desain bergaris-garis, termasuk pada kreasi lima garis tersebut.

Meski demikian, Adidas berkeras bahwa konsumen telah akrab dengan ikon tiga garis, dan tak ingin mereka terkecoh ataupun mengalami kebingungan.

Adidas juga tak ingin ada kesan J.Crew merupakan satu perusahaan yang sama, berafiliasi, atau pun terkait dengan Adidas. 

Atas pertimbangan itu, Adidas yang telah sejak 1952 memiliki merek dagang "three stripes" tak berniat mencabut perkara ini.

Jeda waktu tersebut diberikan dengan maksud agar kedua pihak dapat menyelesaikan masalah di luar ruang sidang.

Namun, jika tidak ada kesepakatan hingga berakhirnya masa tersebut, maka TTAB akan turun tangan menangani perselisihan tersebut. 

Sengketa semacam ini bukanlah kali pertama bagi Adidas. Merek ini malah terkesan tak asing dengan kasus-kasus yang terkait penggunaan merek dagang "three stripes". 

Sebab, tidak seperti logo yang dapat diklaim dengan pendekatan yang relatif lebih mudah, pola klasik berbentuk garis seperti yang dipakai Adidas terkesan lebih rumit ditangani.

Sebelumnya telah muncul permasalah hukum serupa. Merek-merek terkenal seperti Forever 21, Skechers, dan bahkan Tesla telah mempertanyakan: apakah pola dapat diklaim secara hukum?

Forever 21 bahkan mengajukan gugatan terhadap Adidas pada tahun 2017, karena pada dasarnya tidak ada item pakaian yang dapat dihiasi sejumlah garis tanpa melanggar merek dagang Adidas.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/28/085920620/ikon-3-garis-vs-5-garis-adidas-buka-sengketa-lawan-jcrew

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.