Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Hal Tak Terduga yang Bisa Bikin Berat Badan Naik

Namun, praktiknya tak semudah teori. Kita mungkin sudah berupaya keras menjalankannya, tapi berat badan tak kunjung turun. Beberapa orang bahkan merasa berat badannya mudah naik.

Penyebab berat badan naik ternyata bisa datang dari hal-hal tak terduga. Mulai dari sesuatu yang kita makan hingga kebiasaan pola hidup.

1. Tidur dengan lampu menyala


Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine menemukan, bahwa tidur dengan lampu atau televisi menyala bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan.

Hal ini memungkinkan karena tanpa suasana gelap, kita akan lebih sulit tidur nyenyak. Tidur nyenyak penting untuk memori dan pembelajaran keseluruhan, memperlancar aliran darah ke otot, meningkatkan sistem imun, regenerasi sel, serta memperbaiki dan menumbuhkan jaringan dan tulang.

Tanpa tidur nyenyak, kita mungkin akan merasa lebih lelah dan cenderung mengonsumsi makanan berkalori tinggi pada saat sarapan untuk menggantikan energi yang hilang. Kondisi tersebut akan meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan.

2. Jus buah dan smoothies

Jus buah dan smoothie bisa menyumbang banyak kalori lebih daripada yang kita duga. Sebab, kandungan gula (fruktosa) yang ada di dalamnya memicu lonjakan gula darah dan menurun sangat cepat.

Kondisi tersebut menyebabkan tingkat insulin yang fluktuatif dan membuat kita merasa membutuhkan lebih banyak gula setelahnya.

Fruktosa, yang biasa ditemukan dalam jus buah dan yogurt berasa, menstimulasi insulin dan mengatakan pada tubuh untuk mengubah kalori menjadi lemak.

Segelas jus buah juga ternyata menggunakan lebih banyak buah daripada yang biasa kita konsumsi, dengan semua gizi dan serat digerus habis. Jika ingin mendapatkan manfaat maksimal, lebih baik mengonsumsi buah secara langsung tanpa dijus.

3. Kacang-kacangan

Kacang punya citra yang cukup baik sebagai camilan sehat, karena mengandung vitamin, mineral, lemak sehat, protein, antioksidan, dan serat.

Namun, dalan sehari dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kacang lebih dari segenggam atau jika dalam ukuran kacang almond, misalnya, sebanyak 20 biji.

Lemak baik tetaplah lemak dan tetap bisa berkontribusi terhadap penambahan lingkar lemak. Sehingga, kita harus benar-benar memerhatikan konsumsi kacang, sebab seringkali kita tak akan sadar betapa banyak jumlah kacang yang kita konsumsi.


4. Cemilan berenergi

Berhati-hatilah jika menempatkan energy bar atau camilan berenergi sebagai camilan. Rata-rata energy bar mengandung 200 hingga 250 kalori dan tinggi gula.

Kadar gula tinggi bisa menyebabkan tubuh berubah menjadi mode siaga dan mengubahnya menjadi glukosa yang bertahan di aliran darah, alih-alih dibakar sebagai energi.

5. Selai kacang

Selai kacang tinggi akan kalori dan rasanya yang enak membuat kita sulit berhenti mengkonsumsinya.

Namun, dua sendok makan selai kacang mengandung sekitar 220 kalori, lebih banyak dari cemilan biasanya.

6. Kelelahan

Kurang tidur juga bisa menjadi faktor penyumbang kenaikan berat badan.

Bagi sebagian orang, tidur menekan leptin atau hormon lapar yang mengatur nafsu makan dan metabolisme.

Sehingga, ketika kita terjaga hingga larut malam, kita akan cenderung membutuhkan makanan lebih.

Bagi sebagian orang lainnya, kurang tidur membuat tubuh menginginkan makanan tinggi lemak dan karbohidrat. Sehingga, pada waktu tersebut pilihan makanan kita cenderung tidak akan bijak.

Pada saat yang sama, tubuh cenderung tidak aktif di malam hari. Sehingga semua kalori yang kita konsumsi akan disimpan sebagai lemak alih-alih dibakar melalui aktivitas fisik.

Hormon lapar pada hari berikutnya juga akan kacau jika tidur kita terganggu. Kondisi ini membuat kita lebih rentan mengkonsumsi makanan-makanan tidak sehat pada waktu sarapan.

7. Stres

Stres hampir selalu tak terhindarkan di zaman sekarang ini. Namun, stres kronis benar-benar bisa berdampak buruk pada tubuh dan berkontribusi terhadap peradangan. Hasilnya, berat badan akan naik.

Stres menstimulasi produksi kortisol atau hormon stres yang meningkatkan kadar insulin. Kondisi ini menyebabkan gula darah menurun dan tubuh akan membutuhkan makanan tinggi lemak atau gula yang tinggi kalori.

Itulah mengapa kita cenderung menginginkan makanan-makanan yang "menenangkan" ketika kita stres. Makanan bisa menjadi pelipur lara ketika kita stres, karena otak melepaskan zat-zat kimia merespons makanan-makanan yang secara langsung menenangkan kita.

Jadi, usahakan mampu mengelola stres dan masalah dengan baik. Jangan biarkan rasa lapar mengontrolmu hingga akhirnya kamu berakhir dengan berat badan berlebih.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/09/17/151500820/7-hal-tak-terduga-yang-bisa-bikin-berat-badan-naik

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.