Salin Artikel

Mungkinkah Lenyapkan Kulit Kendur Usai Turunkan Berat Badan?

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut amat mengganggu, membuat tidak nyaman, bikin frustrasi, dan mendatangkan kebingungan soal bagaimana melenyapkan kulit kendur tersebut.

Sebelumnya, pahamilah bahwa kulit kendur tersebut biasa terjadi, terutama bagi orang-orang yang baru menjalani operasi bariatrik untuk penurunan berat badan yang besar, lebih dari 45 kg.

Faktanya, menurut beberapa penelitian, sekitar 70 persen orang yang menjalani prosedur ini memiliki kulit berlebih.

“Menurunkan berat badan dengan cepat tidak memberi kulit kita waktu yang cukup untuk berangsur-angsur berkontraksi, dan ini menghasilkan kulit yang kendur dan menggantung."

Hal itu diungkapkan asisten profesor bedah plastik dan rekonstruksi di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, Amerika Serikat, Jordan Jacobs, MD.

Namun, kondisi itu juga merupakan produk dari penambahan berat itu sendiri.

"Kulit memiliki elastisitas terbatas. Jika didorong melampaui batas elastisitas tersebut kulit tidak dapat sepenuhnya berkontraksi kembali, setelah penurunan berat badan berikutnya."

Bagitu kata direktur bedah di Zuckerman Plastic Surgery yang berbasis di Kota New York, Joshua Zuckerman, MD.

Namun, tak semua orang pula yang mengalami kondisi kulit yang mengendur setelah penurunan berat badan.

Biasanya, orang-orang yang penurunan berat badannya lebih sedikit, misalnya 10 kilogram atau kurang, tidak mengalami kondisi ini.

Selain itu, usia dan kualitas kulit juga menentukan apakah seseorang akan mengalami kulit kendur setelah penurunan berat badan.

Menurut profesor sekaligus ahli bedah rekonstruksi di UT Southwestern Medical Center, Jeffrey M. Kenkel, M.D, pasien yang lebih muda cenderung memiliki kesempatan lebih baik untuk menghindari kelebihan kulit.

Sebab seiring bertambahnya usia, serat elastis dan molekul kolagen yang berperan dalam mengencangkan kulit akan kehilangan kekuatannya.

Pria juga cenderung bisa mengencangkannya area lengan dan kaki.

Menghilangkan kulit kendur

Biasanya, kata Zuckerman, setelah operasi bariatrik, operasi plastik diperlukan untuk menghilangkan kulit berlebih.

"Prosedur operasi plastik ini sangat efektif dan biasanya melibatkan pemotongan kulit berlebih dan mengangkat atau membentuk kembali jaringan yang tersisa," kata dia.

Jacobs menjelaskan, untuk pasien dengan kelebihan kulit ringan prosedur non-invasif biasanya dalam bentuk USG atau prosedur frekuensi radio.

Langkah itu dilakukan untuk memanaskan kulit, dan menyebabkan kontraksi dengan memicu produksi kolagen.

Pasien juga mungkin membutuhkan micro-needling dengan energi frekuensi radio, yang membuat ribuan tusukan kecil di kulit dan memberikan energi frekuensi radio selama perawatan.

Selain itu, pasien pun dapat beralih ke prosedur pembentukan seperti BodyTite dan FaceTite -yang dapat digunakan bersamaan dengan sedot lemak, untuk menghilangkan lemak dan mengencangkan kulit.

Tetapi untuk semua kecuali kasus kulit berlebih yang ringan, perawatan ini mungkin tidak sepenuhnya mengatasi masalah.

Lalu, bisakah kita mengencangkan kulit yang kendur?

Selain opsi non-invasif dan invasif minimal, tidak ada krim ajaib atau olahraga yang akan mengencangkan kulit longgar setelah penurunan berat badan.

Inilah yang membuat kulit berlebih menjadi masalah serius bagi mereka dengan kasus-kasus moderat.

Meskipun ini tidak selalu menjadi pilihan utama, penurunan berat badan secara bertahap bisa menjadi opsi terbaik untuk mencegah kulit kendur.

Setelah penurunan berat badan, kulit berlebih juga tidak akan hilang dengan sendirinya.

Patut diingat bahwa seberapa banyak kulit yang tersisa dan seberapa baik kulit merespons penurunan berat badan bergantung pada banyak hal. Ada faktor usia hingga genetika.

Jadi, sebetulnya kita masih bisa berharap adanya perubahan jika memang faktor-faktor tersebut mendukung.

"Pasien yang mungkin melihat perbaikan pada kulit kendur mereka adalah mereka yang tidak memiliki stretch mark dan mereka yang lebih muda, serta masih memiliki kualitas kulit yang wajar, meskipun mengalami kenaikan berat badan," kata Kenkel.

Jacobs juga menyarankan untuk menunggu hingga sekitar satu tahun dan memberikan kulit waktu untuk mengencangkan diri.

"Setelah waktu tersebut berlalu, kamu tidak akan melihat proses pengencangan kulit yang lebih signifikan," ujar dia.

Jika masih memiliki kulit kendur setelah operasi bariatrik, maka sebaiknya menghubungi ahli bedah plastik untuk mempelajari kasus, serta menunjukkan perawatan yang tepat.

Perawatan rumahan

Mengoleskan cocoa butter pada kulit bisa menjadi ide yang bagus. Sementara, meskipun banyak produk topikal mengklaim mengencangkan kulit, namun para dokter meragukannya.

"Tidak ada produk topikal atau obat bebas untuk kelebihan kulit," kata Zuckerman.

Jacobs menambahkan, penting pula untuk memberi perhatian lebih pada kulit.

Misalnya lewat perlindungan terhadap sinar matahari, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, makan banyak buah-buahan dan sayuran, serta makanan rendah gula dan lemak jenuh.

Kita juga bisa membangun otot dengan cara berolahraga, terutama latihan kekuatan.

Profesor kedokteran dari University of Colorado, Holly Wyatt, M.D. menambahkan, olahraga juga bisa menambah kekencangan kulit.

Secara anekdot, orang-orang di forum seperti MyFitnessPal mengklaim bahwa menyikat kering kulit (dry brushin) dapat membantu mencegah kulit kendur.

Menurut laman Healthline, teknik ini melibatkan penggunaan sikat serat alami dengan pegangan panjang untuk menyikat dan mengelupas kulit dalam pola tertentu.

Praktisi percaya menyikat kering dapat membantu mengencangkan kulit yang kendur, menghilangkan racun dari tubuh, merangsang sistem limfatik, dan meningkatkan sirkulasi.

Namun, tidak banyak bukti ilmiah yang mendukung klaim ini.


https://lifestyle.kompas.com/read/2020/01/09/114320820/mungkinkah-lenyapkan-kulit-kendur-usai-turunkan-berat-badan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.