Salin Artikel

Jangan Biarkan Orang Lain Mencium Bayimu demi Terhindar dari Penyakit

KOMPAS.com - Di tengah musim pancaroba, siapa saja bisa terjangkit flu. Untuk itu, perlu meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga tubuh tetap fit, terutama pada bayi dan anak-anak.

Belum lagi, belakangan ini ancaman wabah virus corona semakin membuat kita sebagai orangtua merasa cemas.

Karenanya, kamu mungkin menjadi gelisah sepanjang waktu. Kamu mencuci tangan berulang kali, terus-menerus membersihkan benda yang kamu pegang, dan juga berulang kali membersihkan tangan si kecil.

Melindungi bayimu dari virus dan bakteri dengan seksama memang tidak ada salahnya.

Tapi kenyataannya, banyak orangtua dihadapkan dengan reaksi lingkungan sekitar ketika mereka mengambil langkah-langkah untuk mencegah penularan penyakit kepada anak-anak mereka.

Tentu akan ada kerabat yang kecewa dan tidak bisa mengerti mengapa kamu tidak membiarkan mereka mencium si kecil yang baru lahir, setelah mereka menempuh perjalanan  panjang untuk sampai ke tempatmu.

Atau seorang teman yang kesal karena kamu tiba-tiba membatalkan jadwal playdate, karena anak mereka sedang sedikit batuk.

Belum lagi komentar mertua, ketika kamu memutuskan untuk tidak membawa bayimu naik pesawat sekarang.

Masyarakat kita memang tidak memudahkan orangtua baru untuk melindungi diri dan anak-anak mereka. Tetapi kamu tetap harus melakukannya.


Ibu berhak melindungi bayi dari penyakit

Pertama, bayi baru lahir dan anak kecil belum memiliki sistem kekebalan yang sangat kuat.

Bahkan, dibutuhkan beberapa bulan bagi bayi hingga sistem kekebalannya mampu melawan virus dan bakteri . 

Selain itu, mereka juga masih belajar bagaimana melawan infeksi. Ditambah lagi, tubuh kecil mereka sensitif terhadap virus yang muncul, sebagai contoh, sedikit flu pada orang dewasa bisa menjadi masalah yang lebih besar bagi bayi.

Sebagai orangtua, tentu kamu ingin menghindari penyakit apapun menyerang bayimu.

Meski demikian, kamu tidak bisa mencegah semua penyakit dan kebanyakan bayi yang sakit akhirnya memang baik-baik saja.

Namun ada baiknya tidak membuat dirimu ketakutan dan terus merasa cemas, karena merasa tak melakukan pencegahan dengan baik.

Perlu dicatat, walaupun kamu sedang ekstra melakukan pencegahan, ada baiknya kamu tetap bersosialisasi.

Agar lebih aman, berkonsultasilah dengan dokter anak. Biarkan mereka tahu apa yang menjadi kekhawatiranmu, ceritakan tentang riwayat kesehatan anak dan tren infeksi saat ini di daerah sekitarmu.

Mereka dapat membantumu membuat rencana yang masuk akal dan aman.

Masalah mendasar lain yang sering terjadi adalah, ketika orang bereaksi atas keputusan yang kamu buat sebagai orangtua, mereka merusak intuisimu sebagai orangtua.

Mereka memberi tahu kamu, bahwa pemahaman batin dan pengetahuan yang kamu miliki tentang anak dan keluarga adalah salah.

Karena itu, sebelum hal tersebut merusak keyakinanmu, cobalah berkonsultasi dengan dokter anak dan ahli lain yang kamu inginkan.

Selain itu, perbanyak membaca soal penelitian atau perkembangan terbaru seputar isu kesehatan dari sumber yang terpercaya. 

Ini penting, agar kamu tidak terjebak dalam hoaks atau informasi yang salah.

Bisa juga meminta saran dari anggota keluarga dan teman yang kamu percaya.

Tetapi sebelum menutup hari, beri dirimu sendiri izin untuk menghilangkan semua kebisingan dan berpeganglah pada satu suara yang benar-benar penting yakni, suara hatimu sendiri.

Jika suara itu memberitahumu untuk bersembunyi selama wabah flu, silakan dan dengarkan. Suara itu milik seorang ibu yang sangat cerdas, kuat, dan tahu yang terbaik bagi anaknya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/01/31/074713220/jangan-biarkan-orang-lain-mencium-bayimu-demi-terhindar-dari-penyakit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.