Salin Artikel

Awas, Minum Obat Kuat Berisiko Merusak Penglihatan

KOMPAS.com - Obat disfungsi ereksi atau obat kuat berupa pil berwarna biru atau viagra, berisiko menyebabkan masalah penglihatan pada pria.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Neurology menemukan, obat kuat dapat menyebabkan gangguan retina yang berkepanjangan.

"Sildenafil, juga dikenal sebagai pil biru kecil atau viagra, adalah obat yang umum bagi pria yang butuh sedikit semangat," demikian keterangan pers laporan tersebut, yang diterbitkan World Eye Hospital Turki.

"Namun para peneliti Turki mencatat pola pasien pria yang meminum pil tersebut menderita segala macam gangguan penglihatan."

Penulis studi melaporkan pasien mengalami penglihatan kabur, sensitivitas cahaya, dan gangguan warna.

Itu termasuk penglihatan biru intens dengan kebutaan warna merah/hijau, usai mengonsumsi Sildenafil melebihi dosis yang disarankan, di mana obat ini awalnya dikembangkan sebagai pengobatan tekanan darah tinggi.

"Pada sebagian besar pria, efek samping apa pun akan bersifat sementara dan ringan setelah mengonsumsi Sildenafil," kata penulis studi, Dr. Cuneyt Karaarslan.

"Namun, saya ingin menyoroti, masalah mata dan penglihatan yang persisten bisa ditemui pada sedikit pengguna."

Dalam 17 laporan kasus yang termasuk di penelitian ini, seluruh pria masih mengalami efek samping saat tiba di klinik 24 hingga 48 jam usai mengonsumsi Sildenafil.

Bagi beberapa orang, gejalanya memerlukan 21 hari untuk sembuh, kendati dalam studi kasus sebelumnya penglihatan pasien telah selamanya berubah.

"Dia benar-benar menunjukkan beberapa kerusakan permanen pada penglihatannya," kata dokter mata Dr. Richard Rosen kepada CNN.

Rosen mengatakan, tentang seorang pria berusia 31 tahun yang mulai melihat warna merah usai mengonsumsi obat disfungsi ereksi dosis tinggi.

Pria tersebut adalah subjek dari laporan kasus yang ditulis Rosen dan diterbitkan pada tahun 2018.

Dr. Karaarslan yakin, efek samping obat karena sebagian pria tidak dapat menghindari obat tambahan.

Alasan mata terpengaruh oleh obat tidak sepenuhnya dipahami, kata Rosen kepada CNN, namun ada kaitannya dengan sepasang enzim.

Salah satu enzim ditemukan di dinding pembuluh darah dan dapat memengaruhi enzim lain, yang membantu memproses cahaya di mata.

Salah satu yang berdampak pada dinding pembuluh darah terhambat oleh bahan aktif obat.

"Tidak ada yang tahu pasti bagaimana ini terjadi," ujar Rosen. "Kami baru tahu ada persilangan."

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/02/08/151500020/awas-minum-obat-kuat-berisiko-merusak-penglihatan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.