Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pergi dari Kemapanan, Mr.Getzke Bikin Sepatu Murah untuk Anak Bangsa

Tak hanya itu, brand sepatu yang dirintisnya tahun lalu pun kini diburu banyak orang.

Buktinya, dia mampu memproduksi 7.000 pasang per bulan. Bahkan, hingga akhir tahun ini, dia menargetkan 10.000 pasang.

Kepada Kompas.com, suami dari Rini Yulia Handayani ini menceritakan awal mula dia menyukai bidang sepatu.

“Waktu sekolah, di dekat pasar ada tukang sol sepatu. Saya sering nongkrong di sana, dan diajar ngesol sampai bisa,” ungkap dia.

Saat duduk di bangku MAN Klaten, ia membuka usaha sol sepatu di depan rumah.

Padahal, sebenarnya tanpa membuka usaha pun, ia bisa hidup enak. Sebab orangtuanya terbilang mampu.

Namun karena karakternya yang tidak bisa diam, Getzke senang mengerjakan apa pun, termasuk merepotkan diri dengan ngesol sepatu.

Lulus dari SMA, ia pun kuliah di Politeknik ATK Yogyakarta mempelajari kulit sepatu, produk kulit, hingga desain.

Selepas kuliah, dia bekerja di salah satu pabrik yang memproduksi sepatu Nike di Tangerang. Ia kemudian menjelajahi enam pabrik sepatu besar.

Di enam pabrik itu ia menduduki berbagai jabatan dari operasional, produksi, hingga marketing. Gajinya pun terbilang "selangit".

Namun keresahan mulai menyelimuti dia saat menginjak usia 33-34 tahun. Ia merasa sudah berada di puncak karier, dan zona aman itu terasa membunuhnya.

Ia percaya, posisi enak itu bukan hidup yang nyata, tapi semu. Kalau pabrik tutup, orang seperti dirinya pun akan ikut mati.

Baginya, zona aman bungkus dari kapitalisme.

“Pekerjaan yang tidak baik adalah menjadi budak, yang dibayar tenaganya. Sebuah hadits mengatakan, dari 10 pintu rezeki, sembilan berasal dari perdagangan,” tutur dia.

Dari sana dia membulatkan tekad memulai bisnisnya. Ia mendirikan pabrik insole dengan modal Rp 5 miliar di tahun 2018.

Getzke pun mendapat bantuan orderan dari pabrik tempatnya bekerja. Perjuangannya terasa berat terutama di awal.

Namun, pengalamannya di bidang produksi hingga marketing membuatnya bertahan. Ia pun sempat menemui masa sulit dalam hal modal, saat ia tergiur dengan pesanan yang super besar.

Namun ia kemudian menyadari untuk tidak serakah. Kondisinya pun membaik dan kembali stabil. Ia berhasil mendirikan perusahaan tanpa utang.

Setahun berlalu, banyak follower yang meminta Getzke memproduksi sepatu. Dengan mempertimbangkan banyak hal, ia akhirnya memproduksi sepatu.

Salah satu alasan terbesarnya adalah belum mampunya brand lokal memenuhi kebutuhan kelas menengah ke bawah seperti anak sekolahan.

Harga menjadi salah satu masalah. Nah, untuk membuat sepatu dengan kualitas mumpuni, harga jualnya pasti di atas Rp 300.000.

“Terlalu mahal untuk anak sekolah," tuturnya.

Melihat kondisi ini, dia bersemangat membuat sepatu lokal dengan kualitas bagus, tapi harga bisa dijangkau anak sekolah.

“14 tahun saya berkecimpung di dunia sepatu dan saya punya pabrik insole. Saya tahu seluk beluk sepatu agar harganya murah. Saya juga gak ambil margin besar,” tutur dia.

Produk Getzke dipasarkan dengan harga tak lebih dari Rp 200.000, dalam sejumlah varian yang bisa dipilih konsumen.

Ia kemudian mendirikan sepatu Getzke. Getzke berasal dari bahasa Jawa yang artinya dikagetkankan, surprise, banyak terobosan.

Ia pun mengajak para produsen dan perajin sepatu kw di sekitarnya, bersama-sama membangun brand lokal.

“Tentu saja, saya ingin anak Indonesia bisa memakai sepatu bagus dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

Bagi yang ingin memulai bisnis, Getzke menyarankan untuk memahami proses. Ukur kemampuan, asah skill, dan tanyakan pada diri sendiri apakah mampu berjualan?

Ketika ditanya siapa nama lengkapnya, ia menjawab, panggil Mr Getzke. Baginya, panggilan Mister sebagai sebuah resistensi.

“Pabrik yang ada di Indonesia rata-rata milik asing. Pemiliknya dipanggil mister," kata dia.

"Sebagai bentuk resistensi, saya pun menyebut diri mister,” tegas dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/05/142511920/pergi-dari-kemapanan-mrgetzke-bikin-sepatu-murah-untuk-anak-bangsa

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.