Salin Artikel

Sayuran dari "Luar Angkasa" Tak Cuma Sehat tapi Juga Lezat

Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Frontier in Plant Science, selada bukan cuma bisa ditanam di luar angkasa, tetapi juga aman dikonsumsi.

Selada romaine merah yang tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional antara 2014 dan 2016 adalah lompatan raksasa bagi umat manusia.

Karena, itu berarti astronot dapat menjelajah lebih jauh ke galaksi dan memiliki lebih banyak nutrisi saat mereka bekerja.

"Kemampuan untuk menanam makanan dalam sistem berkelanjutan yang aman bagi konsumsi kru akan menjadi penting ketika NASA bergerak menuju misi yang lebih lama."

Demikian diungkapkan Christina Khodadad, peneliti Kennedy Space Center dan penulis penelitian tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

"Jenis sayuran, sayuran berdaun hijau dapat ditanam dan dikonsumsi segar dengan sedikit sumber daya."

Selada, dari varietas yang disebut outredgeous, ditanam selama kira-kira 1-2 bulan dalam sistem penanaman tanaman luar angkasa menggunakan benih yang disterilkan.

Berdasarkan laporan studi, selada luar angkasa memiliki komposisi yang mirip dengan "saudaranya" yang tumbuh di bumi, bahkan cenderung lebih kaya vitamin.

Bukan hanya sehat dan dapat dimakan, namun outredgeous juga lezat. Setidaknya, itulah  laporan pada astronot yang sudah mencicipinya.

"Saya suka itu," kata astronot Kjell Lindgren dalam video teaser 2015 di mana ia dan rekan astronotnya pertama kali mencicipi selada ruang angkasa.

Lindgren membandingkan rasanya dengan arugula --sayuran hijau khas mediterania yang mirip sayur bayam dan memiliki banyak manfaat kesehatan.

Kala itu, selada telah menerima persetujuan NASA, tetapi belum memiliki dukungan dan wawasan tambahan studi baru.

Selada luar angkasa, selain sayuran pertama yang ditanam, dipanen, dan dimakan di luar angkasa, juga menawarkan para peneliti wawasan dan harapan besar tentang apa saja sayuran hijau yang bisa ditanam di luar bumi.

"Stasiun Luar Angkasa Internasional berfungsi sebagai tempat uji misi jangka panjang di masa depan."

"Dan, tes pertumbuhan tanaman ini membantu memperluas rangkaian kandidat yang dapat efektif ditanam pada gravitasi mikro."

Demikian kata co-author dalam penelitan ini, Gioia Massa -dari NASA.

"Tes di masa depan akan mempelajari jenis tanaman berdaun lainnya serta buah-buahan kecil seperti paprika dan tomat, untuk membantu menyediakan produk segar tambahan bagi diet astronot."

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/09/070000020/sayuran-dari-luar-angkasa-tak-cuma-sehat-tapi-juga-lezat-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.