Salin Artikel

Cicipi, Ragam Olahan Jamur yang Konon Lebih Sehat

Di atas sebidang tanah, komunitas binaan Indonesia Power ini membudidayakan jamur.

Mereka kemudian mengolahnya menjadi makanan lezat. Apa saja? Yuk kita simak.

Bakso Jamur

Salah satu pembudidaya jamur, Yeti Maryati mengatakan, olahan paling hits dan diminati banyak orang adalah bakso jamur.

Cara membuatnya terbilang mudah. Siapkan adonan bakso biasa kemudian campurkan jamur tiram yang sudah diiris dan dicuci bersih.

Untuk merekatkan, campurkan daging sapi. Perbandingannya, 1:2, satu untuk daging sapi dan dua untuk jamur, agar banyak rongga masuk.

Hasilnya, baso akan lebih empuk dari baso sapi umumnya. Rasanya pun lebih gurih dan enak.

“Kami tidak menggunakan bahan pengawet. Jadi kalau tidak di-frozen kuatnya tiga hari."

"Kalau di-frozen kuat satu bulan,” ujar Yeti kepada Kompas.com di Bandung, belum lama ini.

Yeti menambahkan, bakso ini dijual seharga Rp 15.000. Saat ini pihaknya belum menjual di marketplace karena keterbatasan SDM.

Sate Jamur

Varian ini 100 persen menggunakan jamur, sehingga aman dikonsumsi orang vegan.

Caranya petik jamur tiram, cuci, peras, kemudian disuwir. Satu kilogram jamur tiram bisa dibuat 40 tusuk sate.

“Tentu ada bumbu rahasianya. Namun secara keseluruhan bumbunya hampir mirip dengan sate pada umumnya,” ungkap dia.

Sate tersebut akan lebih enak bila disajikan dengan bumbu kacang. Rasanya, tidak jauh berbeda dengan daging ayam, meskipun rasa jamurnya jelas terasa.

Jamur Crispy

Inilah jenis makanan yang banyak ditemui di pasaran. Cara buatnya hampir sama dengan crispy lainnya.

Bedanya, panganan utamanya diganti oleh jamur. Cripsy yang dihasilkan komunitas ini pun lebih crunchy, tidak terasa ada minyak yang menempel, dan rasa jamurnya terbilang dominan.

Jamur crispy ini cocok dikonsumsi sebagai camilan atau dicampur dengan nasi panas.

Teti mengungkapkan, jamur yang digunakan kebanyakan jamur tiram coklat. Alasannya lebih karena harga jamur coklat saat ini sedang naik dan hype.

“Jamur coklat lagi viral. Sejak viral harganya naik dari biasanya Rp 20.000 sekarang jadi Rp 30.000 per kilogram,” tutur dia.

Makanan olahan jamur ini selain rasanya enak, kandungannya pun menyehatkan. Bahkan bisa menjadi alternatif untuk orang vegan.

Mau mencicipi?

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/113743420/cicipi-ragam-olahan-jamur-yang-konon-lebih-sehat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.