Salin Artikel

Perlukah Minum Suplemen untuk Cegah Serangan Penyakit?

KOMPAS.com - Di tengah wabah virus corona, salah satu anjuran yang paling sering disampaikan oleh otoritas maupun para pakar agar terhindar dari infeksi virus adalah menjaga daya tahan tubuh.

Selain melalui pola hidup sehat, beredar pula anggapan di masyarakat bahwa konsumsi suplemen diperlukan untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Nah, apakah sebetulnya kita perlu mengonsumsi suplemen untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit?

Terkait hal ini, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan, semua orang pada dasarnya harus menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik, salah satunya dengan konsumsi suplemen.

Namun, suplemen hanya dibutuhkan bagi orang-orang yang tidak mengonsumsi jumlah vitamin sesuai yang dibutuhkan tubuh.

"Semuanya harus menjaga daya tahan tubuh dengan baik, salah satunya dengan suplemen jika tidak yakin makanan yang kita konsumsi dapat semua vitaminnya atau bisa memenuhi gizi seimbang."

Demikian diungkapkan Reisa dalam Live Instagram bersama Mother & Baby, Selasa (24/3/2020).

Jika masih bingung memilih suplemen yang tepat, Reisa menyarankan konsumsi multivitamin. Sebab, multivitamin mengandung banyak jenis vitamin yang perlu dikonsumsi oleh tubuh.

Seperti di antaranya Vitamin A, Vitamin C dan Vitamin B kompleks.

"Itu minimal. Jadi kalau mau daya tahan tubuh bagus, paling tidak (vitamin) itu semua harus masuk ke tubuh," ungkap perempuan kelahiran Malang itu.

Namun, Reisa mengingatkan agar setiap orang juga mempertimbangan faktor-faktor penting lainnya yang bisa menunjang daya tahan tubuh.

Seperti makan teratur, olahraga rutin, tidur cukup, hingga minum air.

"Minum air mineral cukup itu penting karena terkadang kalau di rumah suka terlupakan," kata dia.

Makanan sumber vitamin

Kita sebagai masyarakat awam mungkin sudah sering mendengar vitamin apa saja yang diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, dari sumber makanan apa saja vitamin itu bisa diperoleh?

Berikut penjelasan singkatnya, seperti dilansir dari laman the Conversation:

1. Vitamin A

Penting untuk menjaga struktur sel kulit, sistem pernapasan dan pencernaan. Vitamin A juga membantu membuat antibodi yang akan menetralisasi patogen penyebab infeksi.

Vitamin A bisa didapatkan dari ikan, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, hingga legume.

Kamu juga bisa memilih sayur-sayuran mengandung beta-karoten. Beta-karoten bisa diubah oleh tubuh menjadi Vitamin A. Zat ini bisa didapatkan dari sayuran berdaun hijau serta sayuran berwarna kuning dan oranye.

2. Vitamin B

Vitamin B utamanya B6, B9 dan B12 berkontribusi merespons patogen yang menyerang tubuh.

B6 dapat ditemukan di dalam sereal, legume, sayuran berdaun hijau, buah, kacang-kacangan, ikan, ayam, dan daging.

B9 (folat) banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau, legume, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Sementara B12 (sianokobalamin) banyak ditemukan pads produk hewani, seperti telur, daging dan susu, serta susu kedelai terfortifikasi.

3. Vitamin C dan E

Vitamin C dan E membantu tubuh melindungi sel dari stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika tubuh melawan infeksi dan bisa memicu produksi radikal bebas.

Sumber Vitamin C yang baik antara lain jeruk, lemon, limau, buah-buah berry, kiwi, brokoli, tomat, dan kapsium.

Sementara Vitamin E bisa didapatkan dari kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau dan minyak sayur.

4. Vitamin D

Beberapa sel imun membutuhkan Vitamin D untuk menghancurkan patogen penyebab inflamasi.

Selain paparan sinar matahari, Vitamin D juga bisa didapatkan dari sumber makanan, seperti telur, ikan, serta beberapa susu dan margarin.

5. Zat besi, Seng dan Selenium

Ketiganya dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel imun serta beberapa fungsi lainnya.

Zat besi membantu membunuh patogen dengan meningkatkan angka radikal bebas yang bisa menghancurkan mereka serta mengatur reaksi enzim agar sel imun mampu mengenali patogen.

Seng membantu menjaga integritas kulit dan membran mukus. Seng dan Selenium juga bisa berperan sebagai antioksidan yang membantu membersihkan dampak kerusakan akibat stres oksidatif.

Zat besi bisa ditemukan pada daging, ayam, ikan, legume, gandum utuh, serta sereal sarapan terfortifikasi zat besi.

Seng bisa ditemukan pada kerang dan makanan laut lainnya, daging, ayam, serta kacang-kacangan kering.

Sementara Selenium bisa didapatkan dari kacang-kacangan, daging, sereal, dan jamur.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/24/172839620/perlukah-minum-suplemen-untuk-cegah-serangan-penyakit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.