Salin Artikel

3 Tips Melatih Anak Fokus Sekolah dari Rumah Selama Pandemi

KOMPAS.com - Pandemi virus corona membuat anak-anak harus beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan ketika sekolah.

Pemerintah memutuskan agar sekolah tetap melakukan kegiatan belajar dari rumah. Hal ini membuat anak-anak harus kembali beradaptasi dengan kebiasaan baru, yakni sekolah dengan suasana rumah.

Sebagai bagian dari langkah-langkah untuk memerangi penyebaran covid-19, semua aktivitas belajar sekolah dan universitas berlangsung secara online.

Akibatnya, anak-anak menghadapi kesulitan ketika beradaptasi dengan perubahan cara belajar yang disebabkan oleh pandemi.

Perubahan rutinitas dan tinggal di rumah sepanjang waktu membuat anak-anak kesulitan untuk fokus pada tugas dan mempertahankan konsentrasi mereka, terutama ketika harus mengikuti kelas online dan mengerjakan tugas sekolah.

Berkaitan dengan itu, Unit Konseling Psikologis Universitas Bilgi Istanbul merekomendasikan orangtua mengikuti pendekatan tiga langkah dalam membantu anak-anak agar fokus dan berkonsentrasi saat sekolah dari rumah.

Para penasihat mengatakan, bahwa penting bagi anak-anak berada dalam lingkungan yang tenang dan tenang tanpa gangguan.

Membuat kelas palsu dan memastikan anak-anak memiliki pena dan kertas mereka juga sangat penting, serta menjaga ponsel dalam kondisi diam atau sepenuhnya dimatikan sampai setelah pelajaran.

1. Persiapan singkat sebelum pelajaran meningkatkan perhatian

Menurut evaluasi yang dibuat dalam model pendidikan online, para ahli menemukan bahwa sangat penting bagi anak-anak untuk aktif selama pelajaran.

Aktif dalam arti, bahwa mereka dapat memvisualisasikan informasi dalam pikiran mereka, membuat pertanyaan, dan menyampaikannya kepada instruktur mereka.

Melakukan penelitian pendahuluan singkat, misalnya dengan membaca subjek yang akan dibahas, baik untuk materi pelajaran baru atau menyegarkan pengetahuan sebelumnya, memastikan bahwa anak-anak tidak bosan saat mendengarkan pelajaran.

Anak-anak juga perlu mencatat selama pelajaran, dengan kata-kata mereka sendiri.

Jika mereka terganggu, orangtua harus mendorong anak-anak untuk melanjutkan pelajaran yang ditinggalkan dan tidak membiarkan anak-anak mengatakan “aku merindukan sekolah”.


2. Belajar di lingkungan yang nyaman

Hal pertama yang disarankan konselor adalah, agar anak-anak menetapkan tujuan yang jelas terkait pelajaran yang dapat dicapai untuk hari itu.

Jika anak-anak melamun selama jam belajar, maka orangtua dapat menyela dan membujuk mereka untuk melakukan beberapa latihan fisik dan istirahat sejenak.

Para ahli telah menggarisbawahi pentingnya memiliki lingkungan kerja dan belajar yang nyaman, serta terorganisir untuk anak-anak.

3. Siapkan waktu khusus membaca tanpa gangguan

Fenomena baru yang diciptakan "coronaphobia" memengaruhi orangtua dan anak-anak ketika berada di rumah saja.

Para ahli mengatakan, adalah penting untuk orangtua berusaha menjaga anak-anak agar tidak menghabiskan waktu dengan bermain gawai atau menonton TV. Meski, adanya peningkatan pada hal itu disebut wajar, jika dibandingkan dengan masa pra-pandemi.

Profesor Mesude Atay dari Departemen Pengembangan Anak Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Bilgi menyarankan, waktu membaca harus ditentukan dan kegiatan membaca buku harus dipisahkan dengan kegiatan lain, tanpa gangguan.

Hal ini dapat sangat memotivasi anak-anak untuk terlibat dalam bercerita, misalnya menulis film pendek, memerankan bersama keluarga, dan membagikan cerita kepada teman-teman.

Mereka bahkan dapat menulis sebuah cerita atau bab untuk sebuah novel pendek setiap hari. Orangtua yang bekerja dari kantor juga harus bekerja bersama, bekerja sama dalam semua aspek.

“Mereka harus mempertimbangkan hari-hari selama di rumah sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan galeri seni, museum dan perpustakaan nasional dan internasional yang bisa diakses gratis secara online,” kata Atay.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/05/13/221500220/3-tips-melatih-anak-fokus-sekolah-dari-rumah-selama-pandemi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.