Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tips Cegah Penularan Covid-19 dalam Kehidupan Seksual

KOMPAS.com - Di tengah masa pandemi, kita pasti fokus mencegah penularan virus corona ketika beraktivitas di luar rumah, misalnya dengan melakukan pembatasan fisik dengan orang lain.

Padahal, ada pula potensi penularan Covid-19 lainnya yang perlu diwaspadai, yakni potensi di antara pasangan.

Dengan ataupun tanpa Corona, kebutuhan akan romansa tetap ada, sehingga kesehatan reproduksi juga harus tetap dijaga.

DKT Indonesia, organisasi yang bergerak di bidang Kesehatan reproduksi serta membawahi produk Sutra, Fiesta dan Andalan Kontrasepsi melalui halodkt.com memberi tips pencegahan penularan Covid-19 dalam kehidupan seksual:

1. Menggunakan kontrasepsi saat berhubungan

Di saat seperti ini, kontrasepsi sangat dibutuhkan. Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun sudah mengeluarkan imbauan agar pasangan dapat menggunakan metode kontrasepsi modern untuk mencegah kehamilan di masa Pandemi Covid-19.

Sebab, perempuan yang mengalami kehamilan memiliki sistem imun yang rentan, sehingga bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 bagi diri sendiri dan orang lain. Kehamilan yang direncanakan tentunya akan lebih membantu di tengah ketidakpastian ekonomi.

2. Menghindari aktivitas seksual berisiko dengan orang baru

Jangan lupakan juga pencegahan terhadap virus HIV-AIDS serta Infeksi Menular Seksual dengan metode pencegahan ABC (Abstinence, Be Faithful, dan use Condoms).

Meskipun seseorang tidak menunjukkan gejala, mereka tetap bisa menjadi carrier atau penghantar Covid-19.

Menurut New York City Health Department (2020), Covid-19 tidak menular melalui seks vaginal, namun bisa menular melalui air liur saat berciuman, seks oral, rimming, dan seks anal apabila Anda terkena feses dari seseorang yang positif Covid-19.

Penggunaan kondom bisa mengurangi kemungkinan kontak dengan air liur atau feses, sekaligus menjaga kesehatan reproduksi dengan mencegah infeksi menular seksual. 

Di samping itu, usahakan menghindari aktivitas seksual berisiko dengan orang-orang baru, karrna Anda tidak terlalu memahami kondisi kesehatannya.

3. Memberi tahu pasangan jika merasakan gejala

Apabila Anda sudah berhubungan seks, kemudian Anda mengalami gejala Covid-19, jadilah seseorang yang bertanggung jawab.  Artinya, selain melakukan isolasi diri, beritahu pasangan Anda tentang kondisi tersebut.

Langkah ini bukan untuk membuat panik, namun agar pasangan Anda lebih siap mengenai kemungkinan bahwa ia bisa terkena Covid-19 atau sedang menjadi carrier. Dengan demikian pasangan Anda pun bisa lebih berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang lain.

4. Melakukan telemedicine

Salah satu cara mudah untuk berkonsultasi mengenai permasalahan kesehatan seksual reproduksi adalah dengan melakukan konsultasi secara online atau melalui telemedicine.

DKT Indonesia, misalnya, membuka layanan konsultasi online dengan tenaga Kesehatan bidan dan juga dokter, melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB.

Selain itu Anda juga bisa meminta nomor kontak Bidan Andalan terdekat yang berada di wilayah tempat tinggal.

 5. Menggunakan kontrasepsi darurat untuk keadaan mendesak

Apabila sudah terlanjur melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan alat kontrasepsi, Anda bisa menggunakan postpil atau kontrasepsi darurat paling lama 120 jam atau lima hari setelah melakukan hubungan seksual.

Anda bisa mendapatkan Postpil di apotek terdekat dengan menyertakan resep dokter terlebih dahulu.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/05/28/160900420/tips-cegah-penularan-covid-19-dalam-kehidupan-seksual

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke