Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Demam pada Bayi karena Vaksinasi, Haruskah Diobati?

Lalu, bagi sebagian orangtua memberikan obat pereda demam, sebelum si anak mendapatkan vaksinasi kerap menjadi pilihan.

Maksudnya, -tentu saja, agar si anak tak mengalami demam, dan kondisi fisiknya tak terganggu.

Tapi, apakah langkah itu perlu dilakukan? Atau, apakah tindakan pengobatan terhadap demam yang muncul pada anak usai vaksinasi dibutuhkan?

"Demam tidak perlu ditakuti," kata Associate Professor Thoon Koh Cheng.

Koh Cheng adalah Kepala dan Konsultan Senior untuk layanan penyakit menular di Departemen Pediatri, KK Women's and Children's Hospital.

Koh Cheng mengatakan, demam sebenarnya merupakan indikasi yang baik bahwa tubuh meningkatkan respons kekebalan terhadap vaksin.

Karena alasan itu, demam karena vaksinasi tidak boleh dihindari secara aktif.

Cheng menyebutkan, ada penelitian yang menunjukkan, obat antipiretik atau anti-demam yang diberikan sebelum demam atau setelah vaksinasi, menyebabkan respons kekebalan terhadap vaksin menjadi lebih buruk, dibandingkan jika tidak diobati.

Dia lalu menguraikan beberapa efek samping yang umum menyertai vaksinasi. Ada rasa nyeri injeksi dan kemerahan, pembengkakan lengan yang divaksinasi, dan anak menjadi rewel.

Juga terkadang ada dampak nafsu makan menurun untuk sementara waktu, dan anak menjadi kurang aktif bergerak. 

Kendati tak disarankan untuk memberikan pengobatan kepada bayi demam karena vaksinasi, namun kepekaan orangtua tetap dibutuhkan dalam hal ini.

Ketika demam berlanjut dan memengaruhi fisik anak secara umum, bukan tak mungkin pengobatan dibutuhkan.

Jika demam pasca vaksinasi menyebabkan kondisi yang tidak semestinya, atau ada rasa sakit yang muncul, obat anti demam yang juga bisa melawan rasa sakit dapat diberikan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/08/112853120/demam-pada-bayi-karena-vaksinasi-haruskah-diobati

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke