Salin Artikel

Cara Memastikan Balita Tak Kekurangan Gizi

KOMPAS.com – Usia balita atau prasekolah merupakan periode yang penting karena pada masa ini proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat.

Dengan nutrisi yang cukup, stimulasi yang tepat, dan kasih sayang orangtua, anak akan tumbuh sehat secara fisik dan mentalnya.

Namun, bagaimana orangtua mengetahui jika balitanya sudah cukup memperoleh nutrisi yang dibutuhkannya?

Menurut pakar gizi medik, Prof.dr.Saptawati Bardosono M.Sc, berat badan dan tinggi badan anak merupakan indikator kesehatan yang penting.

“Tinggi badan juga perlu diukur apakah pertumbuhannya sesuai dengan umurnya. Yang dikhawatirkan jika anak stunting,” kata Saptawati dalam acara peluncuran Dancow Nutritods yang diadakan secara virtual, Senin (15/6).

Sementara itu, untuk mengetahui apakah status gizinya baik, tidak kekurangan zat gizi makro dan mikro, menurutnya orangtua harus memastikan asupan anak lengkap.

“Apakah asupan makan anak sudah lengkap jenisnya, ada makanan pokok, lauk pauk, protein, dan sayur. Kalau itu sudah selalu ada, maka kita tahu gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Balita yang pertumbuhan dan perkembangannya baik juga dapat terlihat dari sikapnya yang aktif dan tidak gampang sakit.

“Itu berarti kekebalan tubuhnya bagus sehingga ia terlindungi dari penyakit,” imbuhnya.

Anak pada usia 1-5 tahun rentan terkena penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas dan diare.

Pemberian asupan probiotik yakni bakteri baik Lactobacillus rhamnosus, dapat memberikan efek imunomodulator atau membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

“Orangtua dapat memberikan asupan probiotik yang terdapat pada susu dan makanan tradisional yang kita konsumsi sehari-hari seperti tape, jenis-jenis keju, yoghurt, dan lain-lain,” katanya.

Lima dimensi

Psikiater Anak, Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ (K) memaparkan bahwa para orang tua juga perlu mengetahui bagaimana peran otak terhadap tumbuh kembang anak di usia balita ini.

Dalam memonitor pertumbuhan anak usia prasekolah, perlu diketahui terdapat lima dimensi tumbuh kembang yaitu kesehatan, kognitif, motorik, bahasa, dan sosio-emosional. Kelima dimensi ini akan mengalami banyak sekali perubahan dan perkembangan yang menjadi bekalnya kelak di usia dewasa.

“Mulai dari pemenuhan nutrisi seimbang, pemberian stimulasi agar terus bereksplorasi walau di rumah saja, serta kasih sayang bunda dan ayah untuk menjaga perkembangan mental si buah hati dalam situasi yang menantang ini. Kesemuanya merupakan brain food bagi perkembangannya,” kata Tjhin.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/16/141456120/cara-memastikan-balita-tak-kekurangan-gizi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.