Salin Artikel

9 Cara Menjadi Ayah yang Baik

KOMPAS.com - Seni menjadi seorang ayah saat ini telah berkembang, seiring perubahan pada masyarakat dan keluarga tradisional.

Selain ibu, ayah juga dapat membantu anak membangun kepercayaan diri dan harga diri, serta belajar bagaimana menjadi ayah yang suportif, penyayang, dan terhubung dengan anak mereka.

Selama tiga dekade terakhir, perubahan sosial, termasuk peningkatan jumlah wanita yang bekerja di luar rumah, meningkatnya angka perceraian, perkawinan kembali, dan keluarga campuran mengubah peran ibu dan ayah.

Bagi seorang ayah, hubungan antara dia dan anak perempuan atau anak laki-lakinya pasti berbeda jika dibandingkan hubungannya dengan ayahnya di masa lalu.

Perubahan gaya pengasuhan memberi pria lebih banyak pilihan untuk merespons kewajiban sebagai ayah, suami, atau pasangan.

Kini, Ayah cenderung tidak bergantung pada pengalaman masa kecilnya untuk petunjuk menjadi ayah.

Karena peran yang terus berubah, apa yang baik diterapkan seorang ayah 30 tahun lalu bisa saja tidak cocok dengan tantangan kompleks dan beragam yang dihadapi ayah modern di era sekarang.

Penelitian terbaru mengungkap, ayah yang memiliki sifat menerima cenderung memiliki anak dengan harga diri yang lebih tinggi.

Hubungan ayah dan anak yang penuh kasih sayang akan berefek positif pada prestasi anak, popularitas di antara teman sebaya, dan penyesuaian pribadi.

Ayah yang penuh kasih, memberi bimbingan yang masuk akal dan tegas tanpa memaksakan kehendak mereka akan membantu meningkatkan kompetensi pada anak.

Berikut 9 cara yang bisa dilakukan untuk menjadi ayah yang baik bagi anak:

1. Habiskan waktu bersama

Cara seorang ayah menghabiskan waktunya, secara tidak langsung menujukkan kepada anaknya, apa yang penting baginya.

Anak-anak tumbuh cepat, dan sekarang waktu yang tepat untuk terhubung dengan anak. Banyak cara menyenangkan yang bisa kita coba saat menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak.

2. Disiplin dengan cinta dan pengasuhan positif

Semua anak butuh bimbingan dan disiplin positif, bukan sebagai hukuman, tetapi untuk menetapkan batasan yang masuk akal.

Seorang ayah hendaknya mengingatkan anak tentang konsekuensi dari tindakan mereka dan secara positif mengakui perilaku yang diinginkan.

Para ayah yang disiplin dalam sikap yang tenang dan adil, menunjukkan kasih bagi anak mereka.

3. Menjadi panutan bagi anak

Ayah adalah panutan bagi anak mereka. Seorang gadis yang menghabiskan waktu bersama ayahnya dengan penuh kasih akan menyadari, bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak laki-laki dan ia belajar apa yang harus dicari dalam diri pasangan.

Para ayah mengajarkan pada anak mereka, baik anak laki-laki dan perempuan mengenai apa yang penting dalam kehidupan dengan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.

4. Berikan anak hak untuk didengar

Ayah harus memulai percakapan dengan anak tentang topik-topik penting ketika mereka masih sangat muda, sehingga subjek yang sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka bertambah dewasa.

Luangkan waktu untuk mendengarkan ide dan masalah anak.

5. Menjadi guru bagi anak

Untuk menjadi ayah yang baik, ajarkan anak tentang apa yang benar dan salah, serta dukung mereka untuk melakukan yang terbaik.

Pastikan anak membuat pilihan yang baik. Ayah yang terlibat menggunakan contoh sehari-hari untuk membantu anak mempelajari dasar kehidupan.

6. Makan bersama

Bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat adalah ikatan melalui makanan bersama. Ini memberi anak kesempatan untuk berbicara tentang apa rencana mereka dan apa yang mereka lakukan.

Ini juga saat yang tepat bagi ayah untuk mendengarkan dan terlibat, serta memberikan struktur bagi keluarga untuk bersama setiap hari.

7. Ingatkan pentingnya membaca

Dalam dunia modern yang kental akan televisi dan internet, ayah wajib menumbuhkan minat membaca kepada anak.

Mulailah membaca ketika mereka masih sangat muda dan seiring bertambahnya usia, ingatkan mereka untuk membaca.

Menanamkan kecintaan membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak memiliki kehidupan membaca, menulis, dan pertumbuhan karier.

8. Hormati pasangan

Orangtua yang saling menghormati dan menunjukkan rasa menghormati kepada anak akan memberi lingkungan yang aman bagi mereka.

Ketika anak melihat orangtua saling menghormati, mereka cenderung merasa diterima dan dihormati dalam hubungan ayah dan anak.

9. Terlibat sebagai "ayah" sejak awal

Tunjukkan minat sejak awal dengan memahami peran ayah selama masa kehamilan istri dan menyentuh secara lembut, bermain, memegang, serta berbicara pada bayi kita.

Ketika ayah terlibat, maka terdapat pesan yang sangat jelas: "Aku ingin menjadi ayahmu. Aku tertarik padamu dan kamu memiliki hubungan yang penting bagiku."

Beberapa peristiwa dalam hidup mengubah kehidupan pria, sama seperti menjadi seorang ayah.

Mendapat kepercayaan dengan tanggung jawab dan perhatian orang lain adalah tugas berat, tetapi tidak ada yang lebih memuaskan dibandingkan menjadi seorang ayah dan melihat anak kita tumbuh dengan baik hingga dewasa.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/21/211500620/9-cara-menjadi-ayah-yang-baik

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.