Salin Artikel

Yang Harus Diperhatikan Saat Memakai Masker di Tengah Cuaca Panas

KOMPAS.com - Beberapa Negara kembali dibuka setelah lockdown dan sebagian lain mulai melonggarkan karantina akibat pandemi Covid-19.

Namun, riisko terinfeksi virus corona tentu akan lebih besar ketika kita mulai kembali beraktivitas di luar rumah.

Yang menjadi masalah lain adalah, saat ini sudah memasuki musim panas, sehingga sebagian orang mungkin merasa tak nyaman menggunakan masker setiap saat.

Baru-baru ini, Dr. Teresa Murray Amato berbicara tentang bagaimana masker wajah dan musim panas tidak cocok.

Namun, dia mengatakan, bahwa kita harus tetap memakai masker wajah meski cuaca panas, agar tidak menyebarkan penyakit.

"Meskipun kita tahu itu akan sedikit tidak nyaman, saya benar-benar berpikir manfaatnya lebih besar disbanding dengan rasa ketidaknyamanan yang membuat wajah terasa lebih gerah saat memakai masker," kata Amato.

Laporan sebelumnya menunjukkan, bahwa para ilmuwan berharap cuaca panas di musim panas dapat membantu menahan penyebaran virus.

Penyakit flu biasanya mati ketika bulan-bulan musim panas tiba, sehingga mereka berharap bahwa iklim yang lebih hangat dapat memberikan bantuan untuk menghentikan pandemi.

Namun, para ahli sekarang mengatakan bahwa, bahkan ketika panas yang lembap mulai datang, virus corona ternyata masih terus menyebar. Oleh karena itu, mengikuti rekomendasi untuk menjaga jarak sosial dan memakai alat pelindung diri masih diperlukan.


Waleed Javaid, direktur pencegahan dan pengendalian infeksi di Mount Sinai Downtown di New York City, mengatakan bahwa orang harus memakai masker wajah dan menjaga jarak mereka untuk mencegah penularan Covid-19.

Pernyataannya muncul di tengah pembukaan kembali setidaknya 10 negara bagian termasuk Texas, Alabama, Carolina Selatan, California, Arkansas, Nevada, Florida, Tennessee, Oklahoma, dan Carolina Utara.

Negara-negara bagian telah melaporkan rekor tingkat rawat inap, tetapi ini adalah risiko yang datang dengan langkah untuk membuka kembali perekonomian.

Untuk melindungi diri dari virus corona selama musim panas, Amato merekomendasikan untuk menggunakan masker wajah yang cukup menutupi mulut dan hidung.

Penting untuk dicatat bahwa keringat bisa menjadi masalah. Ketika masker wajah menjadi lembap karena keringat, masker tidak akan bisa menyaring virus corona secara efisien.

Javaid mengatakan bahwa hal terbaik yang harus dilakukan ketika masker wajah mulai terasa basah dengan keringat adalah segera menggantinya.

Dia menekankan, bahwa orang yang pergi ke luar rumah harus selalu membawa beberapa masker wajah di dalam tas.

Jika kamu kesulitan bernapas karena panas, Amato menyarankan, untuk segera beristirahat dengan menjauhkan diri dari orang lain, kemudian membuka masker wajah sedikit untuk menyamankan diri dan melegakan pernapasan.

"Keluar dan mencari udara segar akan membuat kamu merasa lebih baik secara mental. Jika kamu dapat menjaga jarak sosial dan bisa memastikan untuk menjauh dari orang lain ketika berada di luar ruangan, kami merasa cukup nyaman mengatakan, kamu bisa melepas masker itu,” kata Amato.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/22/220920120/yang-harus-diperhatikan-saat-memakai-masker-di-tengah-cuaca-panas

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.