Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

“Kalau Gajian, Belanja Dulu Sisanya Baru Ditabung..."

“Apalagi masa emas para atlet cenderung tidak sepanjang para pekerja di bidang lainnya.”

Begitu kata Dosen Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Raden Aswin Rahadi dalam webinar tentang Financial Planning, Rabu sore (24/6/2020).

Dalam acara yang dihadiri 60 peserta dari pemain dan staf Persib, Aswin menceritakan pentingnya merencanakan keuangan pribadi.

Sebab, kata dia, orang lebih mudah belanja daripada menabung. “Kalau gajian, dibelanjakan dulu, sisanya baru menabung. Itu tidak tepat,” ujar Aswin.

Kemudian, perencanaan keuangan juga penting untuk membantu mencapai tujuan finansial.

Misalnya kebutuhan umrah, membeli rumah, melanjutkan sekolah, dan hal lainnya yang lebih bermanfaat.

Perencanaan keuangan juga membuat keuangan lebih terkontrol. Apalagi, manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, sehingga perlu diantisipasi sejak awal.

“Pandemi Covid-19 sekarang pun tidak ada yang tahu,” ungkap dia.

Dosen SBM ITB lainnya, Sylviana Maya Damayanti menambahkan, hampir semua terdampak Covid-19, termasuk dunia sepakbola Indonesia.

Seperti beberapa waktu lalu, PSSI mengizinkan klub hanya membayar 25 persen dari gaji pegawai.

Dana darurat

Untuk itu, dalam perencanaan keuangan, yang harus disiapkan adalah dana darurat. Dana ini dialokasikan secara terpisah untuk kebutuhan yang sifatnya sangat darurat.

Besarannya secara teori, untuk lajang tiga bulan dari pengeluaran bulanan. Untuk keluarga kecil dengan dua anak, baiknya memiliki dana sebesar enam kali pengeluaran bulanan.

Sedangkan keluarga besar, 9-12 kali pengeluaran bulanan.

Lalu, di mana menepatkan dana darurat?

Ada tiga kriteria dalam hal ini, yakni aman, mudah diakses, dan mudah dicairkan.

Kemudian manajemen arus kas. Ada baiknya membuat catatan keuangan. Lihatlah pengeluaran yang naik dan turun selama pandemi.

"Lalu cek kondisi kesehatan keuangan, surplus atau defisitkah? Kemudian lakukan skala prioritas," kata dia.

“Prioritas dalam keuangan itu, pertama kewajiban seperti KPR, SPP, dan premi asuransi."

"Kedua, kebutuhan, yakni hal primer seperti makanan, kesehatan, dan keamanan. Kemudian ketiga keinginan,” ucap dia.

Dalam hal manajemen utang, sebaiknya jumlah utang maksimal 30 persen dari pendapatan. Lalu -jika harus memilih, bayarlah utang dengan bunga paling tinggi terlebih dahulu.

"Bagi yang memiliki kartu kredit, pastikan membayar full, manfaatkan layanan nol persen, bahkan kalau bisa tidak memiliki kartu kredit," kata dia.

Investasi

Di masa pandemi ini, kita pun masih bisa melakukan investasi.

Kepala Prodi MBA ITB, Subiakto Soekarno mengatakan, di saat pandemi, investasi lebih ditujukan pada keamanan bukan melipatgandakan.

Untuk itu, ia menyarankan reksadana pasar uang. Meski low risk, low return, reksadana pasar uang tergolong aman.

“Serendah-rendahnya reksadana pasar uang masih memberikan tujuh persen tanpa potongan apa pun."

"Nanti setelah kondisi membaik, bisa pindah ke pendapatan tetap, dan lainnya,” ungkap Subiakto.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati pada orang yang menawarkan investasi.

“Rumusnya, kalau too good to be true, itu not true. Kalau kita tidak punya intervensi pada investasi kita, sebaiknya jangan,” tutur Subiakto.

Pada bagian diskusi, para pemain Persib terlihat begitu antusias. Berbagai pertanyaan disampaikan, terutama mengenai cara investasi yang tepat saat pandemi.

Mereka pun berharap ada kelas lanjutan dari sesi ini.

Permintaan tersebut langsung ditanggapi dengan rencana kolaborasi peningkatan literasi keuangan. Baik untuk Persib ataupun atlet dan staf di industri olahraga lainnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/25/140116220/kalau-gajian-belanja-dulu-sisanya-baru-ditabung

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.