Salin Artikel

Wanita 25 Tahun Ungkap 3 Kunci Sukses Turunkan Berat Badan 48 Kg

"Saya ingat, ibu saya pernah mencoba menerapkan diet sejak saya berusia 10 tahun. Saya terus berusaha menurunkan berat badan, tapi tak membuahkan hasil," kata dia.

Kalaupun pernah berhasil, Megan sempat mengalami penurunan berat badan saat duduk di bangku SMP. Namun masa itu pun berlangsung amat singkat, sebab tak lama dia kembali ke bentuk asalnya.

Kondisi tersebut, diakui Megan membuatnya terus berjuang dengan berat badan dan juga harga selama bertahun-tahun.

"Saya memutuskan untuk mencoba versi diet rendah karbohidrat yang disebut "lazy keto", dan sekarang saya sudah susut 48,5 kilogram," sebut dia. 

Bayangkan saja, ketika berumur 23 tahun dia memiliki berat badan lebih dari 120 kilogram.

"Saya sama sekali tidak memiliki harga diri, dan memiliki kecemasan sosial yang tidak terkendali," sebut dia.

"Saya merasa tidak nyaman di kulit saya di sepenjang hari," sambung Megan.

Belum lagi, orang-orang membuat komentar negatif tentang berat badan dia. "Itu benar-benar memengaruhi hidup saya, pada segala aspek," cetus dia.

Di sisi lain, secara fisik Megan pun mengalami keterbatasan stamina untuk melakukan aktivitas fisik lain.

"Hanya berjalan menaiki tangga akan membuat saya kehabisan nafas, dan saya cuma berpikir: cukup sudah."

Hingga pada suatu pagi di bulan September 2018, Megan terbangun dan berkata dalam hati, "saya akan melakukan sesuatu."

"Saya telah mengatakan hal yang sama kepada diri saya sendiri jutaan kali, dan mencoba melakukannya dengan jutaan cara pula. Tetapi kali ini terasa ada yang beda," sebut dia.

Megan merasa ada energi besar dalam dirinya untuk mewujudkan apa yang dia bayangkan. 

Di masa itu, banyak orang yang membicarakan mengenai khasiat diet keto. "Saya juga telah melakukan banyak penelitian tentang itu," sambung dia.

"Saya memutuskan bahwa saya akan mencoba sesuatu yang serupa dengan melacak asupan kalori dan memotong karbohidrat," sebut dia.

"Saya mulai dengan makan 25 gram karbohidrat bersih per hari, sesuai jumlah kalori yang tepat untuk saya," kata Megan. 

Selanjutnya, dia mulai membuat banyak resep diet keto, yang tidak mengikuti acuan standar seperti yang biasa.

"Saya lebih banyak melakukan diet 'lazy keto'. Saya mulai memperkenalkan kembali karbohidrat ke dalam diet saya, dengan target 75-100 gram karbohidrat per hari."

"Trik ini cocok untuk saya karena saya masih harus menurunkan berat badan. Lagi pula, ini akan mudah untuk saya pertahankan selama hidup saya," sebut dia. 

"Capaian itu saya dapatkan hanya dengan jalan mengubah pola makan," kata dia.

Megan berdalih, dia terlalu gugup untuk bisa pergi berolahraga di pusat kebugaran. "Untung ada teman saya, Sarah, yang mengajak saya terus untuk bergabung ke gym," sambung dia.

"Awalnya saya pergi dengan dia, sebelum akhirnya saya menemukan keberanian untuk pergi sendiri," kata Megan.

Selanjutnya, Megan melakukan olahraga rutin 3-5 kali seminggu, dengan mengombinasikan latihan beban dan kardio.

"Kini, saya bisa berlari lebih cepat dan lebih lama, dan saya bahkan berlari di luar. Ini adalah sesuatu yang saya tidak pernah percaya untuk lakukan di masa lalu," kata dia.

Berangkat dari pengalaman itulah, Megan meyakini olahraga menjadi cara yang berperan dalam kemajuan program penurunan berat badannya.

"Sangat memotivasi dan rasanya luar biasa melihat diri saya maju dan menjadi pribadi yang lebih baik," tegas dia. 

"Pertama, saya berhenti berharap bahwa angka timbangan akan turun setiap minggu," kata dia.

"Sebab, beberapa saat pertama saya melihat timbangan, dan lalu menjadi panik," sebut dia lagi.

Megan lalu mengubah cara pandangnya dengan berpedoman pada proses. "Lanjutkan dan tetap konsisten dengan apa yang direncanakan, hasilnya akan mengikuti," ujar Megan. 

Perubahan yang kedua adalah meminum banyak air.

"Saya minum 100 ons air sehari, dan pada hari-hari saya tidak minum, saya benar-benar dapat merasakan perbedaan negatif," kata dia.

Hal yang ketiga adalah mulai menimbang santapan dengan timbangan makanan. 

"Saya menggunakan timbangan makanan, ketimbang mengukurnya dengan sendok atau cangkir, dan cara ini jauh lebih akurat." ujar dia.

"Saya sudah melakukan hal ini selama 1,5 tahun dan saya masih melakukannya sampai sekarang," kata dia.

Secara keseluruhan, Megan kehilangan 48,5 kilogram berat badan. "dan saya masih dalam perjalanan menuju target kesehatan saya," ungkap dia.

"Mengurangi berat badan adalah salah satu hal tersulit yang telah saya lakukan, dan pasti menjadi prestasi terbesar dalam hidup saya," kata dia.

"Keyakinan yang saya dapatkan untuk mengawali perjalanan ini amat luar biasa. Berat badan saya tidak lagi menahan saya untuk melakukan banyak hal menyenangkan bersama keluarga dan teman-teman saya."

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/01/134716720/wanita-25-tahun-ungkap-3-kunci-sukses-turunkan-berat-badan-48-kg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.