Salin Artikel

Kebiasaan Mengecek Ponsel Pasangan, Baik atau Buruk?

KOMPAS.com - Hubungan yang sehat didasari oleh cinta, rasa hormat, kepercayaan, dan keyakinan. Ketika semua aspek tersebut dipenuhi oleh kedua belah pihak, maka akan tercipta hubungan yang sehat dan bahagia.

Transparansi terhadap pasangan juga merupakan aspek penting, terutama ketika hubungan sudah melangkah ke jenjang yang lebih serius, yakni ke jenjang pernikahan.

Namun, saling terbuka bukan berarti masing-masing tidak lagi memiliki ruang pribadi.

Tak jarang ini dilanggar oleh sebagian orang. Sebagai contoh, sebagian orang memiliki kebiasaan mengecek ponsel pasangan dan menjadikan itu sebagai hal yang wajar.

Ini menjadi masalah ketika dibarengi dengan komunikasi yang tidak baik antara satu sama lain dan minimnya rasa saling percaya.

Jika hal ini terjadi dalam hubunganmu, maka pada akhirnya kalian akan saling curiga satu sama lain.

Pernikahan didasari oleh banyak aspek dan saling menerima satu sama lain. Ketika kepercayaan sudah rusak, hasilnya akan cukup drastis terhadap hubungan itu.

Menurut psikolog dan co-founder ListenWorks, Puja Dedhia, jika di dalam hubunganmu terjadi kondisi seperti ini, segeralah perbaiki dan bangun pola komunikasi yang terbuka bersama pasangan.

"Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah adalah dengan memiliki komunikasi terbuka tentang kekhawatiran yang mungkin dimiliki pasangan tentang status hubungan, bukan justru saling menyalahkan. Karena sikap tersebut akan semakin memperburuk hubungan," ungkapnya, seperti dilansir Times of India.

Setelah memastikan komunikasi sudah membaik, barulah kamu dan pasangan bisa mencari solusi selanjutnya.

Bukan justru melanggengkan kebiasaan mengecek ponsel pasangan tanpa menjaga komunikasi dengan pasanganmu.

"Itu bisa masuk ke dalam pengkhianatan kepercayaan terhadap pasanganmu," kata dia.

Pelanggaran privasi

Senada dengan Dedhia, psikolog dan terapis Shannon Chavez juga melihat adanya masalah dalam hal keintiman dan komunikasi dengan pasangan, ketika kebiasaan mengintip ponsel tersebut terjadi.

"Ini adalah pelanggaran privasi," katanya kepada HuffPost.

Kebiasaan itu akan menimbulkan kecurigaan dan asumsi yang akan memicu kegelisahan dan kemarahan.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa pasangan mungkin memiliki kesepakatan untuk bisa mengakses ponsel satu sama lain.

Jika batasannya telah diatur bersama dan disetujui, maka dalam konteks ini mengakses ponsel satu sama lain mungkin justru menjadi cara untuk menjaga hubungan.

Meskipun pada kenyataannya, Chavez meyakini ada banyak orang yang memiliki hubungan tetap membutuhkan kemerdekaan mereka masing-masing.

"Ada banyak pasangan-pasangan sehat karena mereka sama-sama tidak merasa terancam dengan kemerdekaan pasangannya," ujar psikolog Ryan Howes.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/09/092530720/kebiasaan-mengecek-ponsel-pasangan-baik-atau-buruk

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.