Salin Artikel

Benarkah Diet Rendah Karbohidrat Bisa Cegah Komplikasi Virus Corona?

KOMPAS.com - Di saat beberapa negara di dunia menghadapi potensi gelombang kedua virus corona, para peneliti berusaha menemukan solusi jangka panjang untuk memerangi penyakit ini.

Selain itu berbagai upaya lain dilakukan untuk menghadapi corona, salah satunya dengan makanan dan gaya hidup.

Misalnya, timbul anggapan bahwa diet rendah karbohidrat bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi risiko komplikasi virus corona, menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam BMJ Evidence-Based Machine.


Maryanne Demasi, jurnalis ilmu kesehatan dengan gelar PhD di bidang reumatologi (penyakit dalam), berpendapat bahwa kondisi bawaan seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas terbukti secara signifikan meningkatkan risiko kasus Covid-19.

Dia menuliskan, diet rendah karbohidrat dapat membantu mengendalikan gula darah dan meningkatkan kesehatan metabolisme, yang berpotensi melindungi tubuh dari komplikasi berbahaya virus corona.

Namun, belum ada bukti jelas yang menunjukkan diet rendah karbohidrat secara khusus dapat melindungi kita dari virus corona, menurut Dr. Caroline Apovian, direktur Nutrition and Weight Management Center di Boston Medical Center.

"Ini adalah topik yang rumit, tetapi saya memiliki beberapa pertanyaan karena penulis membuat kesimpulan yang melompat," kata Apovian kepada Insider.

Menurut Apovian, diet sehat memang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, apakah itu diet rendah karbohidrat atau jenis diet lainnya.

Tetapi tidak ada bentuk diet yang terbukti efektif melawan virus dalam jangka pendek, jadi kita tidak perlu mengkhawatirkan konsumsi karbohidrat selama masa karantina, kecuali jika itu anjuran dokter secara spesifik.

Kurangi makanan olahan dan gula

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menekankan bahwa diet dan nutrisi sangat penting bagi kesehatan untuk jangka panjang, dan memainkan beberapa peran dalam mencegah penyakit dan komplikasi.

"Walaupun diet tidak secara spesifik membantu mencegah Covid-19, diet sehat dan berada dalam kondisi sehat secara umum, serta meningkatkan kekebalan tubuh sangat baik untuk menangkal sejumlah penyakit menular," kata Mike Ryan, direktur eksekutif Health Emergencies WHO, dalam keterangan pers.

"Saya pikir nutrisi yang baik mengarah ke sistem kekebalan yang lebih baik."

Seperti disebut Demasi, makanan olahan, biji-bijian yang diproses, dan gula telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti hyperinsulinea (jumlah insulin di dalam darah yang melebihi batas wajar), penambahan berat badan berlebihan, dan sindrom metabolik.

Tetapi Apovian mengatakan, diet rendah karbohidrat hanya satu solusi yang memungkinkan untuk mengatasi beberapa masalah tersebut.

Mengurangi makanan olahan adalah salah satu perubahan paling signifikan yang disetujui para ahli, sebab makanan olahan padat kalori dan bernutrisi rendah menyebabkan kita overeating (makan berlebihan) dan membuang sumber nutrisi makanan utuh dalam diet kita.

Baik diet rendah karbohidrat maupun diet rendah lemak dapat membuat sedikit perbedaan pada tubuh kita, karena keduanya efektif untuk menjaga berat badan dan metabolisme yang sehat.

Nutrisi bukan solusi untuk masalah terkait Covid-19

Apovian mengatakan, penting untuk memahami nutrisi terkait perubahan gaya hidup dalam jangka panjang.

Demasi menulis tentang orang-orang yang menimbun karbohidrat olahan selama masa karantina, yang berpotensi merusak kesehatan mereka.

Apovian mengatakan, berat badan yang sedikit bertambah bukan masalah utama.

Orang yang paling berisiko mengalami komplikasi virus corona adalah mereka yang memiliki kondisi bawaan seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung dan sindrom metabolik.

Mengurangi asupan karbohidrat selama beberapa minggu tidak akan memperbaiki kondisi tersebut, dan bisa memerlukan waktu tiga bulan hingga satu tahun untuk melihat perubahan signifikan terkait pola makan bagi kesehatan.

Demikian pula, masalah kesehatan itu tidak akan muncul akibat stress eating dengan konsumsi karbohidrat berlebihan.

"Intinya, diet sehat adalah diet yang harus kita ikuti, apakah itu rendah karbohidrat, Mediterania, atau DASH," kata Apovian.

"Namun diet rendah karbohidrat tidak akan mengobati atau mencegah Covid-19."

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/14/210739620/benarkah-diet-rendah-karbohidrat-bisa-cegah-komplikasi-virus-corona

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.