Salin Artikel

Pidato Menggugah Meghan Markle untuk Remaja Putri

KOMPAS.com—The Duchess of Sussex atau Meghan Markle memberikan pidato pemberdayaan bagi para 40.000 remaja putri di 172 negara yang jadi peserta Girl Up Leadership Summit 2020.

Dalam pidato yang disampaikan lewat webcam tersebut Meghan mengatakan memahami bagaimana perempuan harus menghadapi suara-suara negatif dari luar, yang tak jarang akan memengatruhi hidupnya.

Namun, Meghan berharap agar perempuan selalu memiliki suaranya sendiri.

“Kamu bisa menggunakan suaramu sendiri untuk menghilangkan siara-suara berisik (dari luar),” ujar Meghan dalam pidato.

Menurut sumber, Duchess of Sussex berpidato tanpa menggunakan naskah. Sehingga kata-kata yang keluar sungguh dari dalam hatinya.

Dalam kesempatan itu, Meghan juga berbicara tentang masalah kesetaraan gender, ketidakadilan rasial, pemberdayaan orang muda, dan pentingnya menciptakan komunitas digital yang sehat selama pidatonya, yang terjadi pada hari kedua acara Yayasan PBB.

"Generasi ini sering disebut sebagai penduduk asli digital, dan kalian memahami bahwa dunia online memiliki kekuatan untuk menegaskan dan mendukung, sekaligus dapat membahayakan," kata Meghan lagi.

“Kita tidak diminta untuk saling menghancurkan; kita seharusnya saling membangun. Jadi gunakan suaramu dengan baik baik online maupun offline, saling mendukung satu sama lain. Suaramu adalah suara kebenaran dan harapan. Dan suaramu bisa dan harus jauh lebih keras,” lanjut Meghan.

Acara yang tersebut digelar selama tiga hari diikuti remaja berusia antara 13 dan 22 tahun. Meghan pun mendorong para peserta untuk secara aktif terlibat dalam isu-isu yang ada di sekeliling mereka.

Ibu satu anak ini juga mengungkapkan bahwa ia begitu terkesan dengan mereka yang telah menggerakkan inisiatif dan proyek mereka sendiri, termasuk para anggota Girl Up yang telah mengorganisir protes Black Lives Matter di seluruh dunia.


Hak pilih perempuan

Berbicara tentang pentingnya menjadi seorang aktivis untuk kesetaraan gender, ia menjelaskan, bahwa wanita berhak menyuarakan tentang apa yang membuat mereka tidak nyaman. Mereka harus berjuang agar didengar.

Sumber mengungkapkan bahwa kata-kata dalam ceramah utama Meghan berasal dari keyakinannya bahwa generasi berikutnya memiliki kekuatan luar biasa untuk menciptakan perubahan. Tidak hanya dalam kesetaraan gender tapi juga umat manusia.

Dengan pemberdayaan perempuan sebagai minat utama bagi Meghan, ini adalah kedua kalinya mantan aktris ini berbicara kepada sekelompok besar perempuan muda sejak pindah ke Los Angeles pada bulan Maret.

Istri dari Pangeran Harry ini juga telah mengikuti KTT Girl Up sejak hari pertama pada 13 Juli, ketika Michelle Obama berbicara tentang pentingnya pendidikan anak perempuan dalam pesan khusus.

Mengakhiri sambutannya, dan sesi pleno Perempuan dalam Kepemimpinan "Time Is Now", Meghan memberi orang-orang muda itu satu dorongan motivasi terakhir. "Jika kalian melihat luasnya masalah yang kita hadapi sekarang, memang merasa seperti kewalahan, saya mengerti," katanya.

“Jadi berada lah pada momen saat ini. Pertumbuhan dan perubahan yang kalian kejar mungkin tidak akan begitu terasa, tetapi ketika kamu melihat ke belakang, kamu akan melihat perubahan,” ujarnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/15/134247020/pidato-menggugah-meghan-markle-untuk-remaja-putri

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.