Salin Artikel

Anak Mendengkur Saat Tidur? Kenali 6 Penyebabnya

KOMPAS.com - Mendengkur bukan hanya masalah orang dewasa. Pasalnya, beberapa anak juga mengalami mendengkur.

Menurut penelitian, sekitar 20% anak-anak mendengkur tanpa efek kesehatan yang serius. Ini disebut kebiasaan mendengkur.

Tetapi mendengkur pada beberapa anak, bisa disebabkan oleh masalah kesehatan, yang perlu mendapat perhatian.

Ada banyak penyebab mendengkur pada anak-anak. Biasanya, anak-anak berusia tiga tahun atau lebih memiliki masalah ini.

Para profesional medis mengatakan, bahwa sleep apnea karena masalah ini dapat memengaruhi pertumbuhan anak, baik perkembangan emosional maupun fisik.

Cari tahu penyebab mendengkur

Orangtua harus menemukan penyebab di balik kebiasaan mendengkur pada anak. Beberapa dengkuran bisa karena masalah pernapasan atau sekadar tanda ia telah tidur.

Jika anak memiliki masalah pernapasan saat mendengkur, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Mendengkur disebabkan karena sumbatan fisik pada aliran udara yang bertiup melalui mulut dan hidung.

Seiring dengan ketidaknyamanan suara dengkuran pada anak-anak, ada beberapa risiko kesehatan yang terkait dengannya.

Beberapa anak mengalami kesulitan bernapas, sering terbangun dari tidur, apnea obstruktif, dan tidak bisa tidur di malam hari.

Pada umumnya, ada enam penyebab mendengkur pada anak yang perlu kita ketahui:

1. Bagian hidung meradang atau bengkak

Biasanya, anak-anak dengan bagian hidung yang meradang atau bengkak mengalami kesulitan bernapas.

Ini dapat terjadi ketika anak memiliki beberapa jenis peradangan atau alergi. Gejala hidung bengkak adalah bernapas melalui mulut dan napasnya terdengar bising.

2. Kegemukan

Obesitas juga berhubungan dengan mendengkur pada anak-anak, karena meningkatnya lemak di sekitar leher.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan, bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko mendengkur pada anak.

Di sisi lain, obesitas anak merupakan masalah kesehatan yang serius saat ini. Sehingga, sangat penting untuk mengurangi berat badan.


3. Gangguan pernapasan

Mendengkur pada anak-anak juga bisa disebabkan oleh beberapa gangguan pernapasan. Anak-anak dengan asma biasanya akan mendengkur.

Anak-anak yang sering mendengkur kemungkinan memiliki alergi, asma, infeksi telinga atau tenggorokan.

Ada baiknya, jika anak menunjukkan gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

4. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat juga menjadi salah satu penyebab mendengkur pada anak. Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh alergi, sinusitis kronis atau infeksi virus.

Ketika hidung tersumbat, maka anak-anak umumnya akan mencoba bernapas melalui mulut.

5. Tonsil yang membesar

Salah satu alasan anak-anak mendengkur adalah pembesaran amandel. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang parah dan kebisingan yang dihasilkan saat tidur.

Orangtua harus berhati-hati ketika anak menderita tonsilitis dan kesulitan bernapas. Lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari kondisi kronis.

6. Stres

Kontroversi tentang peran stres dalam mendengkur masih berlanjut. Hingga kini, tidak ada bukti yang terbukti menunjukkan bahwa anak-anak mendengkur karena stres.

Tetapi, ditemukan bahwa anak-anak yang memiliki beberapa masalah perilaku cenderung tidurnya mendengkur.

Yang perlu diingat adalah, meski mendengkur tidak selalu berbahaya, ada baiknya segera berkonsultasi pada dokter. Diagnosis dini akan membantu mendapatkan perawatan yang efektif pada waktu yang tepat.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/21/235901520/anak-mendengkur-saat-tidur-kenali-6-penyebabnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.